Ia bukan nostalgia, melainkan manifestasi dari living heritage, warisan yang masih hidup dan terus beradaptasi.
Gastronomi sebagai cermin jati diri
Bicara tentang gastronomi Sunda adalah berbicara tentang identitas kolektif. Dari cara menyusun menu harian hingga adat makan bersama di lesehan, semua mencerminkan nilai-nilai luhur: kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa hormat.
Baca Juga: BLACKPINK kembali gelar konser di GBK Jakarta, ini 3 cara beli tiketnya
Bahkan makanan ringan seperti peuyeum, kue balok, atau surabi bisa menjadi simbol dari keseharian yang mengakar kuat.
Di era ketika dunia sedang menggandrungi konsep local food movement, Tanah Pasundan telah melakukannya jauh sebelum menjadi tren.
Masyarakatnya tidak hanya mengenal hasil bumi lokal, tetapi juga mengolahnya dengan penuh kreativitas dan rasa hormat.
Ini bukan soal kembali ke masa lalu, tapi justru melangkah ke masa depan dengan fondasi yang kuat: identitas yang tidak goyah meski zaman berubah.
Seorang futurolog masyhur, John Naisbit, melalui bukunya yang viral Paradox Global, terasa kontekstualnya ketika ia mengatakan, di era globalisasi di mana semua manusia berlomba untuk sama atas dorongan modernisme teknologi, bangsa-bangsa yang memiliki keunikan artefak budaya justru akan muncul ke permukaan.
Baca Juga: Kadin China dukung program MBG, siap bangun 1.000 dapur bergizi di Indonesia
Predisksi Naisbit tersebut perlu direnungkan dan menjadi wasilah untuk naik kelasnya gastronomi Indonesia, dalam konteks ini yang berasal dari Pasundan.
Sebuah undangan rasa
Jadi, ketika kita berbicara tentang 'gastronomi dan keajaiban Tanah Priangan,' kita sedang mengundang siapa pun untuk menyelami lebih dari sekadar rasa asin, manis, pedas, atau gurilem (gurih dan pelem).
Kita sedang mengajak mereka merasakan rasa yang hidup, hidup dalam senyum ibu-ibu penjaja gorengan, dalam tanah subur yang menumbuhkan daun-daunan liar, dan dalam meja makan sederhana yang memuat dunia dalam satu piring.
Tanah Priangan bukan hanya tempat tinggal orang Sunda. Ia adalah tempat tinggal rasa.