Banyak anak muda kini lebih akrab dengan burger dan sushi dibandingkan karedok atau tutug oncom.
Bahkan beberapa makanan tradisional seperti gurandil, ketuk lindri, dan jalabria mulai menghilang dari radar kuliner masyarakat kota.
Dalam konteks ini, makanan tradisional tidak hanya butuh dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali dalam bentuk baru yang menarik.
Ini bukan berarti menghilangkan identitas aslinya, tetapi menyesuaikannya dengan selera dan gaya hidup masa kini, apa yang disebut sebagai kuliner adaptif. Contohnya, kue balok bisa disajikan dengan isian cokelat leleh dan topping matcha, tanpa menghilangkan bentuk dan teknik dasarnya.
Baca Juga: Puan Maharani soroti usulan pensiun ASN hingga 70 tahun: Jangan bebani negara
Gastronomi dan rasa bangsa
Lebih dari sekadar identitas lokal, gastronomi Sunda juga bisa menjadi bagian dari identitas nasional.
Di tengah pencarian jati diri bangsa, makanan bisa menjadi cara paling lembut untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.
Kita bisa belajar dari negara seperti Jepang, yang memposisikan ramen, sushi, dan matcha sebagai duta budaya yang efektif. Atau Italia dengan pasta dan espresso-nya.
Bayangkan jika cilok, comro, atau peuyeum bisa hadir di restoran Asia fusion di Eropa atau kafe hipster di Australia dengan tetap membawa nilai autentik dan kisah di baliknya. Maka, makanan Sunda tidak hanya menjadi pelengkap, tapi juga pembawa pesan.
Dari rasa ke makna
Gastronomi Sunda adalah narasi kolektif yang mengalir dari dapur ke meja makan, dari ibu ke anak, dari kampung ke kota.
Baca Juga: PDIP laporkan Menteri Koperasi Budi Arie atas dugaan pencemaran nama baik
Ia adalah cara masyarakat mengenang masa lalu, menjalani hari ini, dan merancang masa depan. Dalam setiap rempah yang ditumbuk, dalam setiap sambal yang diulek, ada kisah dan nilai yang terus hidup.
Karena rasa bukan hanya untuk dikenang—tetapi untuk diperjuangkan.
Artikel Terkait
Makanan kesukaan orang Bandung, kalian harus coba batagor jika ke kota Sunda ini!
Berburu kuliner, mengenal ragam kelezatan makanan masyarakat sunda
Gina Octavia Puspitasari, atlet remaja muaythai dan penari Sanggar Tari Soca Niskala Sunda Subang yang berprestasi ke tingkat nasional
Susi Pudjiastuti diangkat jadi penasihat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini tugasnya
Ketua Komisi Informasi Jawa Barat dorong implementasi UU keterbukaan informasi publik secara optimal
Kang Rey tegaskan sinergi pembangunan Subang dan Jawa Barat dalam Musrenbang di Cirebon
Gubernur Dedi Mulyadi tegaskan pentingnya ketertiban umum sebagai fondasi pembangunan Jawa Barat