Pendidikan merupakan sebuah ekosistem yang dibangun oleh banyak unsur yang saling berkaitan.
Keberhasilan sekolah dalam melahirkan generasi unggul berkarakter tidak hanya ditentukan oleh guru mata pelajaran yang mengajar di kelas, tetapi juga oleh tenaga kependidikan yang bekerja di balik layar seperti staff tata usaha, operator Dapodik serta bendahara BOS.
Adapun guru Al-Qur’an juga berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Sayangnya, hingga saat ini kebijakan sertifikasi masih lebih banyak berfokus pada guru mata pelajaran tertentu seperti guru kelas, guru matematika, IPA Bahasa Indonesia serta guru mata Pelajaran lainnya.
Baca Juga: Viral pengakuan kepala SPPG Sumut main judol plus bawa wanita ke dapur MBG, minta maaf sambil nangis
Sementara tenaga kependidikan dan guru Al-Qur’an hingga tulisan ini dibuat hanya mampu berperan sebagai penonton.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah keberhasilan pendidikan hanya ditentukan oleh sebagian profesi di sekolah?
Jika jawabannya tidak, maka sudah saatnya kebijakan sertifikasi dikaji ulang agar lebih inklusif dan berkeadilan.
Sertifikasi pada dasarnya merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kompetensi dan profesionalisme seseorang.
Baca Juga: Akun medsos RSUD AWS Samarinda digeruduk warganet usai viral dugaan malpraktik pasien jantung
Selain menjadi instrumen peningkatan mutu layanan pendidikan, sertifikasi juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kesejahteraan.
Dalam praktiknya, guru yang telah bersertifikat memperoleh tunjangan profesi yang cukup signifikan. Namun, manfaat tersebut belum dirasakan secara merata oleh seluruh elemen yang bekerja dalam dunia pendidikan.
Di banyak sekolah, khususnya sekolah swasta dan sekolah berbasis keagamaan, guru Al-Qur’an memegang peran yang sangat strategis.
Mereka tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Artikel Terkait
ESAI : Peran guru, sudahkah menjadi guru yang dirindukan?
ESAI : Kado istimewa di Hari Guru, refleksi mengenai peran guru sebagai kunci pembentukan karakter siswa dengan pengelolaan sosial emosional
Siswi SMKN 2 Garut diduga jadi korban razia rambut paksa oleh guru BK, 8 orang minta pendampingan hukum
Viral guru pengganti di Jakarta gadaikan laptop siswa, modus pinjam untuk tugas sekolah
Atap kelas MTs Muhammadiyah di Sragen ambruk saat KBM, 7 siswa dan 1 guru jadi korban
Viral detik-detik siswa nyaris terseret arus sungai di Aceh Tengah, jembatan apung mulai rusak hingga harus dibantu guru menyeberang
Beda sikap MPR dan serikat guru soal permintaan maaf juri LCC usai kontroversi nilai minus 5