GENMILENIAL.ID - Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Barat turut menghadiri undangan sebagai narasumber dalam diskusi keterbukaan informasi publik yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat di Tilu Kitchen Patisserie, Bandung pada Selasa 18 Maret 2025
Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok menyampaikan materi mengenai pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi publik bagi masyarakat Jawa Barat.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Eva Fandora, Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat, Najip Hendra, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi serta Sekretaris Badan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kukuh Dwi Setiawan.
Baca Juga: Jawab tudingan Dwifungsi iringi revisi UU TNI, DPR beri bantahan tegas: Justru ini membatasi
Dalam pemaparannya, Dr. Dadi Ahmad Roswandi menjelaskan strategi Jawa Barat dalam mencapai Quick Win Kemendukbangga, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam keterbukaan informasi dan pengelolaan program pembangunan di wilayah Jawa Barat.
Ia juga menyoroti berbagai inisiatif yang disediakan oleh Kementerian BKKBN untuk mendukung keterbukaan informasi publik, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Lansia Berdaya (SiDaya), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta Super Apps Keluarga Indonesia.
Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan pilar utama dalam tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
"Sebagai lembaga yang bertugas mengawal keterbukaan informasi, Komisi Informasi Jawa Barat terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat dan mendorong implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik secara optimal," ujarnya.
Diskusi ini diharapkan menjadi wadah bagi berbagai pihak untuk berbagi wawasan serta merumuskan strategi dalam memperkuat transparansi di lingkungan pemerintahan dan masyarakat Jawa Barat.
Kehadiran Komisi Informasi dalam forum ini menegaskan komitmen untuk terus mendorong akses informasi yang lebih luas demi mewujudkan tata kelola yang lebih baik dan berorientasi pada kepentingan publik.***
Artikel Terkait
Anggota Komisi I DPRD Subang bicara terkait dinamika politik Subang dan anak muda
Dugaan pungli di SMPN 1 Subang, Komisi IV DPRD Subang akan lakukan pemanggilan pihak sekolah dan komite sekolah
Diduga buang limbah ke areal pesawahan, Komisi III DPRD Subang panggil para OPD terkait izin pabrik PT Ciki Jaya Plasindo
Reses perdana, anggota DPRD komisi IV ini terima curhatan ibu-ibu soal pinjol dan bank emok, Sri Wahyuningsih : Kami akan buat program pemberdayaan
Mengintip dampak pemotongan anggaran Rp1,4 triliun di BMKG, informasi peringatan dini hingga keselamatan transportasi udara dan laut jadi taruhan
Serap berbagai aspirasi masyarakat, Ketua Komisi 3 DPRD Subang Oing Abdul Rahim gelar reses di Desa Mekarsari, Cikaum
Soroti pentingnya keterbukaan informasi publik, tiga institusi ini datangi Komisi Informasi Jawa Barat