esai

ESAI: Gastronomi dan keajaiban Tanah Priangan

Kamis, 29 Mei 2025 | 12:55 WIB
Doddi Ahmad Fauji, Sastrawan cum Wartawan, Peneliti tata kelola sampah hayati dan maggot

Di warung pinggir jalan. Dan di hati orang-orang yang masih mau mencicipi dengan sepenuh jiwa.

Baca Juga: Hakim AS blokir sementara rencana pemerintahan Trump batasi mahasiswa asing di Harvard

Penutup dari hati

Tanah Priangan adalah anugerah. Gunungnya menjaga, tanahnya subur, dan masyarakatnya menyimpan ribuan rasa yang belum semuanya kita kenal.

Dari aci hingga oncom, dari sambal dadak hingga kue tradisi, setiap suapan menyimpan sejarah, setiap aroma menyimpan ingatan.

Mari kita jaga rasa ini. Mari kita rawat dengan semangat. Karena saat kita menjaga rasa, kita sedang menjaga bangsa.

Saat kita menciptakan rasa baru dari bahan lama, kita sedang menulis bab baru dalam buku besar peradaban.

Di tengah dunia yang terus berubah cepat, rasa adalah jangkar. Ia mengingatkan kita pada siapa kita sebenarnya. Dan di Tanah Priangan, rasa itu masih ada, menunggu untuk dihidupkan kembali. Oleh kita. Sekarang.

Doddi Ahmad Fauji, Sastrawan cum Wartawan, Peneliti tata kelola sampah hayati dan maggot

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Feodalisme warisan budaya materi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:45 WIB

ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:44 WIB

ESAI: Pada hari kemerdekaan, biarkan pekerja pulang

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 01:26 WIB

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB