Baca Juga: Wamenaker: Ratusan eks karyawan Sritex sudah bekerja di tempat baru
“Kalau teknologi malah bikin wisatawan merasa dingin, berarti kita keliru dalam memakainya,” ujarnya.
Salah satu proyek ambisius yang ia banggakan adalah SISPARNAS (Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional). Ini bukan sekadar dashboard digital.
Ia adalah semacam nadi elektronik yang mengumpulkan data pariwisata dari seluruh Indonesia secara real-time.
Dengan sistem ini, pemerintah pusat bisa mengetahui tren wisata, arus kunjungan, hingga kekuatan daya saing suatu daerah.
Namun bagi Hariyanto, data hanyalah alat bantu.
“Kami tetap harus datang ke lapangan, bicara dengan warga, merasakan denyut desa. Algoritma tak bisa mencium aroma dapur ibu-ibu di desa wisata,” katanya dengan senyum reflektif.
Baca Juga: Bareskrim hentikan penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi, ijazah terbukti otentik
Teknologi juga digunakan untuk meningkatkan literasi pelaku wisata. Pelatihan digital marketing, pencatatan keuangan digital, bahkan pengelolaan reservasi secara daring kini menjadi kurikulum wajib di program pendampingan desa wisata.
Ia mencontohkan seorang pemuda di Nusa Tenggara Timur yang dulunya hanya jadi tukang ojek. Setelah ikut pelatihan, ia membuka paket tur lewat Instagram dan WhatsApp.
“Sekarang, dia punya tiga motor, dua karyawan, dan bahkan disewa oleh travel agent dari Australia,” kisahnya.
Inilah esensi yang ia maksud: teknologi harus melipatgandakan nilai manusia, bukan menghapus perannya.
Dalam konteks promosi, teknologi juga jadi senjata baru. Pemerintah mulai memakai AI untuk menganalisis preferensi wisatawan.
Baca Juga: ESAI: Surat-surat yang membangun semesta: Cinta Kahlil Gibran dan May Ziadah
Misalnya, dari data pencarian dan aktivitas media sosial, sistem bisa merekomendasikan promosi spesifik untuk target tertentu: selancar untuk anak muda, wisata spiritual untuk manula, atau kuliner halal untuk wisatawan Muslim.
Tapi meski sudah bicara data besar dan kecerdasan buatan, Hariyanto tetap kembali pada hal-hal kecil.
Artikel Terkait
Bianglala jadi wahana favorit baru pengunjung Flora Wisata D’Castello, Guntara : Berkat dorongan pemerintah dan teman-teman media
Menparekraf Sandiaga Uno kunjungi Desa Cisaat dan serahkan penghargaan Desa Wisata Cisaat masuk ke dalam Top 50 Desa Wisata ADWI 2024
Rayakan liburan tahun baru, ini rekomendasi wisata di sekitar ruas tol ASTRA Infra
Ayo-Promedia gelar touring ke Rancabuaya! intip 3 fakta wisata pantai eksotis di Garut yang diidamkan wisatawan
‘Sabtu Bersama Kang Rey’: Strategi wisata Bupati Subang gaet PAD dan investasi
D'Castello dorong wisata ramah lingkungan lewat aksi tanam 1.000 pohon di Ciater
Rekomendasi 5 destinasi wisata bertema Buddha untuk libur Waisak 2025