GENMILENIAL.ID – Video yang memperlihatkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) diduga disekap di Myanmar viral di media sosial.
Dalam video tersebut, kedua korban meminta bantuan agar bisa segera dipulangkan ke Indonesia.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredar luas melalui berbagai platform, salah satunya unggahan akun Instagram @intoday.media pada Sabtu 18 Juli 2026.
Minta tolong, korban akui tak punya biaya pulang
Dalam video yang beredar, dua orang berinisial AE dan S tampak dalam kondisi tertekan.
Baca Juga: Bupati Subang buka jalan mulus 2,2 km, akses warga Kihiyang kini lebih lancar
Mereka mengaku tidak memiliki biaya untuk kembali ke Indonesia dan sedang berada dalam situasi sulit.
“Mohon cek, bapak dan ibu. Kami sekarang lagi di Myanmar,” ujar salah satu korban.
Keduanya juga menyebut diberi tenggat waktu selama empat hari untuk membayar sejumlah uang agar bisa bebas.
“Kami mau pulang ke Indonesia, tapi kami tidak punya biaya. Kami dikasih waktu 4 hari untuk membayar,” lanjutnya.
Informasi yang beredar menyebutkan, nilai tebusan yang diminta mencapai Rp200 juta.
BP3MI lakukan koordinasi dengan pihak terkait
Menanggapi video viral tersebut, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat langsung bergerak melakukan penelusuran.
Artikel Terkait
3 WNI diduga akan berangkat haji jalur ilegal dari Bandara YIA, imigrasi ungkap modus liburan ke Singapura dan Malaysia
Polisi buru sponsor sindikat judol internasional di Jakbar, satu WNI pernah kerja di Kamboja
Akhir cerita 9 WNI yang sempat diringkus pasukan Israel saat menuju Gaza: Pulang dengan bekas pukulan dan setruman
Pilu WNI yang jadi korban penculikan tentara Israel di kapal GSF: Ditendang-disetrum, kalau batuk masih terasa sakit
WNI relawan GSF Hendro Prasetyo bongkar aksi pengecut militer Israel, sebut kebaikan yang terlihat justru jadi penderitaan
Sorotan khusus: Dugaan riset bodong WNI di ISPPD 2026 tuai kritik, kredibilitas ilmuwan RI dipertaruhkan
Kasus WNI tewas di Jepang, pelaku akui sengaja lakukan penusukan