Ia mengutip satu survei internal: tingkat kepuasan wisatawan terhadap keramahan lokal meningkat tajam, bahkan lebih tinggi dari penilaian terhadap fasilitas.
Ini membuktikan, katanya, bahwa manusia tetap mencari pengalaman emosional di tengah dunia yang makin mekanis.
Dalam paradigma baru Kemenpar, senyum bukanlah aksesori. Ia adalah infrastruktur sosial. Bandara bisa rusak. Jalan bisa bolong. Tapi sapaan hangat, keramahan, dan penghormatan tak bisa diganti oleh teknologi.
“Yang harus kita bangun adalah narasi: bahwa setiap tamu yang datang ke Indonesia adalah tamu yang dimuliakan, tak peduli apakah dia membayar jutaan atau hanya naik motor dari kota sebelah.”
Sebuah negara bisa punya 10.000 destinasi, tetapi jika tak punya manusia yang siap menyambut, semua itu hanya latar kosong.
“Senyum adalah pernyataan niat,” katanya.
“Bahwa kita bukan sekadar ingin dikunjungi. Kita ingin dikenang.”
Baca Juga: Setelah Bareskrim nyatakan ijazah Jokowi asli, Kader PSI Dian Sandi minta maaf langsung ke presiden
Bagi Hariyanto, inilah bentuk pariwisata tertinggi: bukan sekadar kedatangan, melainkan keterikatan. Dan dalam dunia yang serba cepat dan anonim, Indonesia masih punya satu hal yang otentik—sambutan yang hangat dan tulus.
5. Teknologi yang tak menyisakan manusia
Dalam perbincangan kami, topik yang paling cepat mengubah nada suara Hariyanto adalah soal teknologi. Ia tidak menampik pentingnya inovasi—malah, ia menyambutnya dengan antusias. Tapi ia juga mengingatkan: teknologi tidak boleh jadi alasan untuk meninggalkan kemanusiaan.
“Boleh pakai AI, boleh bikin virtual tour,” katanya.
“Tapi jangan sampai kita lupa bahwa di balik semua itu, wisata adalah relasi manusia dengan manusia.”
Itulah mengapa pendekatan Kemenpar terhadap digitalisasi pariwisata tidak hanya soal membangun aplikasi canggih, tetapi soal bagaimana teknologi menjembatani ketulusan.
Artikel Terkait
Bianglala jadi wahana favorit baru pengunjung Flora Wisata D’Castello, Guntara : Berkat dorongan pemerintah dan teman-teman media
Menparekraf Sandiaga Uno kunjungi Desa Cisaat dan serahkan penghargaan Desa Wisata Cisaat masuk ke dalam Top 50 Desa Wisata ADWI 2024
Rayakan liburan tahun baru, ini rekomendasi wisata di sekitar ruas tol ASTRA Infra
Ayo-Promedia gelar touring ke Rancabuaya! intip 3 fakta wisata pantai eksotis di Garut yang diidamkan wisatawan
‘Sabtu Bersama Kang Rey’: Strategi wisata Bupati Subang gaet PAD dan investasi
D'Castello dorong wisata ramah lingkungan lewat aksi tanam 1.000 pohon di Ciater
Rekomendasi 5 destinasi wisata bertema Buddha untuk libur Waisak 2025