Ratusan mantan karyawan Sritex sudah bekerja, pemerintah tegaskan komitmen soal jaminan pekerjaan baru

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 07:50 WIB
Janji pemerintah kepada mantan karyawan Sritex Group yang di-PHK (Instagram/halo.sritex)
Janji pemerintah kepada mantan karyawan Sritex Group yang di-PHK (Instagram/halo.sritex)

GENMILENIAL.ID - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menyampaikan bahwa ratusan mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) telah kembali bekerja di sejumlah tempat baru pasca-PHK massal yang terjadi awal tahun ini.

PT Sritex resmi menghentikan operasionalnya per 1 Maret 2025. Dalam periode Januari hingga akhir Februari 2025, tercatat sebanyak 10.669 karyawan di-PHK.

Sementara itu, menurut laporan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, proses PHK sebenarnya telah dimulai sejak Agustus 2024 dengan total pekerja terdampak mencapai 11.025 orang.

Baca Juga: Setelah Bareskrim nyatakan ijazah Jokowi asli, Kader PSI Dian Sandi minta maaf langsung ke presiden

“Kemarin saya dapat informasi sudah ada berapa ratus [mantan buruh] yang sudah masuk kerja. Di tempat baru itu sudah ada proses rekrutmen,” ujar Immanuel atau yang akrab disapa Noel kepada media, Kamis, 22 Mei 2025.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah bersama kurator agar para mantan karyawan Sritex mendapatkan kembali hak pekerjaan mereka jika ada investor baru yang masuk.

Janji pemerintah: Tanpa syarat usia

Sebelumnya, Noel juga telah menyatakan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi pekerjaan baru bagi para mantan buruh Sritex tanpa syarat usia.

Baca Juga: Wamenaker: Ratusan eks karyawan Sritex sudah bekerja di tempat baru

“Langkah yang penting adalah kita mencarikan pekerjaan untuk kawan-kawan yang di-PHK ini, terutama di wilayah sekitar pabrik. Tanpa syarat, yang penting mereka mau bekerja dan tidak dibatasi umur,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemnaker, Jakarta Selatan, pada 28 Februari 2025 lalu.

Kebijakan tanpa batasan usia ini diharapkan dapat mempercepat proses penyerapan tenaga kerja dan meringankan beban para pekerja yang terdampak.

“Sudah lah, hidup sudah susah, jangan dipersulit lagi,” tandas Noel.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X