Sejarah kelam itu selain melahirkan penderitaan di lingkungan kelas pekerja, kapitalis gurem dan pekerja informal era yang disebut Bung Karno Malaise itu juga melahirkan berkah tersembunyi bagi negeri-negeri seberang lautan (jajahan).
Isu pembebasan (freedom), kedaulatan (Sovereignity) dan Social Justice berkembang di kalangan borjuis terdidik boemi poetera.
Baca Juga: Diserbu pembeli sejak hari pertama, Almaz Fried Chicken hadir di jantung Kota Subang
Pandemi virus mematikan
Pada era krisis kapitalisme generasi pertama, sebenarnya Bumi sudah mengingatkan manusia. Partikel-partikel asing dari limbah revolusi industri niscaya bermutasi menjadi virus berbahaya (common sense saya saja misal karena tidak tertibnya pembuangan limbah).
Mungkin saja ditemukannya virus berbahaya di Spanyol pada tahun 1918) terkait erat dengan perubahan alam yang begitu cepat.
Bumi pun mulai melakukan pembersihan lewat virus mematikan yang ditemukan di Spanyol pada tahun 1918.
Cara penanganannya juga mirip dengan serangan Covid yang pertama kali muncul di Wuhan pada Desember 2019. Yaitu jaga jarak dan penggunaan masker.
Perubahan besar-besaran partikel yang membungkus lapisan bumi pasti sudah terjadi pada saat serangan virus 1918 (saya tidak tahu statusnya Pandemi atau bukan) meskipun tidak separah kerusakan pada akhir Abad XX ketika negara-negara yang baru merdeka berusaha mengejar ketertinggalan dengan melakukan industrialisasi besar-besaran.
Padahal di negara-negara yang kata Soekarno 'Oldefos' dampak revolusi industri telah merusak daya dukung lingkungan.
Menciptakan beragam krisis yang berujung meletusnya Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Marshal Plan memang bisa memulihkan wajah Eropa dan Jepang menjadi sedigdaya sekarang. Tapi apakah daya dukung lingkungan mulai diperhitungkan oleh para pemburu laba?
Baca Juga: Aniaya kurir COD hingga terluka, oknum ASN di Pamekasan terancam 9 tahun penjara
Mereka adalah thesis. Anti-thesisnya adalah generasi baru yang lahir setelah Perang Dunia II yang sebagian mulai sadar tentang alam di sekiranya.
Artikel Terkait
Hadiri Indonesia-Brazil Business Forum 2024, Prabowo: Kami ingin ciptakan lingkungan bisnis yang positif
Menteri LH pastikan PT GAG Nikel jalankan tambang sesuai kaidah lingkungan
ESAI: Tak ada sejarawan yang dilahirkan oleh kampus, mereka hanyalah pencatat jejak
Jokowi angkat suara soal tambang nikel Raja Ampat: Kalau merusak lingkungan, harus dicabut
Cabut izin tambang di Pulau Wawonii, Menhut tegaskan komitmen lindungi lingkungan
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemkab Subang kampanyekan aksi nyata lawan polusi plastik
ESAI: Mantra, dialektika diksi dan kekacauan kata pada fosil-fosil puisi