GENMILENIAL.ID – Antusiasme warga Subang membludak saat pembukaan Almaz Fried Chicken, ayam goreng khas Saudi Arabia yang kini hadir di pusat kota Subang, tepatnya di Jalan Otto Iskandardinata No.2, depan Tugu Lampu Satu.
Grand opening gerai ke-122 ini berlangsung meriah pada Selasa siang, 8 Juli 2025.
Ratusan warga terlihat antre sejak siang hari demi mencicipi ayam goreng rempah khas Timur Tengah yang disajikan bersama nasi kebuli.
Gerai yang didominasi cat oranye khas Almaz ini langsung dipadati pembeli hingga membuat kasir kewalahan melayani pesanan, baik untuk makan di tempat maupun takeaway.
“Dari awal buka sudah ramai, pelanggan terus berdatangan. Kami senang bisa melihat antusiasme setinggi ini dari warga Subang,” ujar H. Wily Wendarsyah, mitra resmi Almaz Fried Chicken Subang.
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang turut menggunting pita sebagai tanda peresmian.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kehadiran Almaz yang turut memberdayakan warga lokal sebagai karyawan dan menyalurkan sebagian keuntungannya untuk warga sekitar serta Palestina.
“Saya bangga karena manfaat dan keuntungannya diberikan kembali ke masyarakat. Termasuk dukungan untuk Palestina, ini nilai kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Agus Masykur.
Baca Juga: Aniaya kurir COD hingga terluka, oknum ASN di Pamekasan terancam 9 tahun penjara
Tak hanya itu, gerai ini juga menghadirkan menu khas lainnya seperti chicken dan beef burger, kopi soda, serta susu kurma.
Harga menu disebut cukup bersaing, dengan paket hemat Rp50 ribu yang sudah termasuk minuman, menjadi favorit pelanggan sejak hari pertama.
Ketua RW 02, Farid Rahadian, turut menyampaikan rasa syukur atas dibukanya gerai ini di wilayahnya.
“Almaz membuka lapangan kerja bagi warga kami. Mudah-mudahan terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Artikel Terkait
Arsitek hingga influencer kuliner ramaikan event seru dari TEDxBandung ‘Kiwari’ yang ajak peserta selami makna earth, eat, dan art
Pelaku kuliner lokal bersyukur terlibat Makan Bergizi Gratis: Bisa pekerjakan masyarakat, pedagang sekitar
Ramai Food Vlogger Codeblue diboikot karena dianggap menjatuhkan bisnis kuliner, begini faktanya
Codeblu diduga lakukan pemerasan untuk hapus konten review kuliner, Chef Haryo Pramoe pernah beri peringatan: Pelanggaran kode etik
Mengenang Raminten: Sejarah dan warisan budaya kuliner sarat budaya dari almarhum Hamzah Sulaiman
6 Investor swasta gelontorkan Rp3,65 triliun ke IKN, dari kuliner hingga perhotelan internasional
Ayam goreng Saudi ALMAZ resmi dibuka di Subang, serap tenaga kerja lokal dan sisihkan laba untuk Palestina