Pasar elektronik di Glodok mulai dijejali pengunjung, termasuk gerai kuliner di sejumlah mal di sejumlah kota Indonesia.
Presiden Joko Widodo pun telah mengumumkan berakhirnya Pandemi pada 21 Juni 2023 setelah tiga tahun lebih berjuang melawan Covid-19 yang menguras banyak sumber daya.
Baca Juga: DPR terima surpres usulan Dubes RI untuk 24 negara, Puan: Nama-nama masih rahasia
Perusahaan farmasi mungkin diuntungkan. Yang mati suri reborn. Tapi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor jasa dan pariwisata berguguran.
Imbasnya angka pertumbuhan hanya bergerak sekitar 4 persen. Itu terhitung bagus ketimbang negara-negara lain yang angka pertumbuhannya minus.
Dengan berakhirnya Pandemi semoga terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau Kapitalisme itu dianggap sebagai keniscayaan, maka bukan kapitalisme yang rakus dan brutal.
Melainkan kapitalisme yang lembut mempesona. Ada yang seperti itu? Saya tidak tahu. Tapi yang jelas kita menunggu perubahan besar apa yang akan terjadi tanpa harus bergabung koalisi perubahan tentunya.
Baca Juga: Meski sedang umrah, Prabowo beri instruksi tanggap darurat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
Lamat-lamat saya dengar dari YouTube dua baris lirik lagu Internasionale yang diterjemahkan oleh Ki Hajar Dewantoro yang di baris ke-2 saya plesetkan:
Dunia telah berganti rupa
Untuk kemenangan siapa
2021 -2023
Marlin Dinamikanto, pemerhati sejarah dan kebudayaan kontemporer yang berlatar belakang aktivis gerakan – antara lain pimpinan redaksi Kabar dari Pijar (1995 – 1999)
Artikel Terkait
Hadiri Indonesia-Brazil Business Forum 2024, Prabowo: Kami ingin ciptakan lingkungan bisnis yang positif
Menteri LH pastikan PT GAG Nikel jalankan tambang sesuai kaidah lingkungan
ESAI: Tak ada sejarawan yang dilahirkan oleh kampus, mereka hanyalah pencatat jejak
Jokowi angkat suara soal tambang nikel Raja Ampat: Kalau merusak lingkungan, harus dicabut
Cabut izin tambang di Pulau Wawonii, Menhut tegaskan komitmen lindungi lingkungan
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemkab Subang kampanyekan aksi nyata lawan polusi plastik
ESAI: Mantra, dialektika diksi dan kekacauan kata pada fosil-fosil puisi