ESAI: Dunia telah berganti rupa entah untuk kemenangan siapa

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 9 Juli 2025 | 06:15 WIB
Marlin Dinamikanto, pemerhati sejarah dan kebudayaan kontemporer yang berlatar belakang aktivis gerakan, antara lain pimpinan redaksi Kabar dari Pijar (1995 s.d 1999)
Marlin Dinamikanto, pemerhati sejarah dan kebudayaan kontemporer yang berlatar belakang aktivis gerakan, antara lain pimpinan redaksi Kabar dari Pijar (1995 s.d 1999)

Pasar elektronik di Glodok mulai dijejali pengunjung, termasuk gerai kuliner di sejumlah mal di sejumlah kota Indonesia.

Presiden Joko Widodo pun telah mengumumkan berakhirnya Pandemi pada 21 Juni 2023 setelah tiga tahun lebih berjuang melawan Covid-19 yang menguras banyak sumber daya.

Baca Juga: DPR terima surpres usulan Dubes RI untuk 24 negara, Puan: Nama-nama masih rahasia

Perusahaan farmasi mungkin diuntungkan. Yang mati suri reborn. Tapi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor jasa dan pariwisata berguguran.

Imbasnya angka pertumbuhan hanya bergerak sekitar 4 persen. Itu terhitung bagus ketimbang negara-negara lain yang angka pertumbuhannya minus.

Dengan berakhirnya Pandemi semoga terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau Kapitalisme itu dianggap sebagai keniscayaan, maka bukan kapitalisme yang rakus dan brutal.

Melainkan kapitalisme yang lembut mempesona. Ada yang seperti itu? Saya tidak tahu. Tapi yang jelas kita menunggu perubahan besar apa yang akan terjadi tanpa harus bergabung koalisi perubahan tentunya.

Baca Juga: Meski sedang umrah, Prabowo beri instruksi tanggap darurat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Lamat-lamat saya dengar dari YouTube dua baris lirik lagu Internasionale yang diterjemahkan oleh Ki Hajar Dewantoro yang di baris ke-2 saya plesetkan:

Dunia telah berganti rupa
Untuk kemenangan siapa

2021 -2023

Marlin Dinamikanto, pemerhati sejarah dan kebudayaan kontemporer yang berlatar belakang aktivis gerakan – antara lain pimpinan redaksi Kabar dari Pijar (1995 – 1999)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X