• Minggu, 18 Oktober 2026

ESAI: Tone positif dan tone negatif dalam penulisan sejarah Indonesia: Elaborasi kritis berbasis epistemologi dan historiografi

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 13 Juni 2025 | 23:13 WIB
Gus Nas Jogja (kanan) bersama Prof. Dr. Taufik Abdullah (kiri), Sejarawan Senior
Gus Nas Jogja (kanan) bersama Prof. Dr. Taufik Abdullah (kiri), Sejarawan Senior

Tujuan akhirnya bukan untuk menghakimi masa lalu, tetapi untuk belajar darinya, dengan kesadaran penuh akan kompleksitas dan keberagaman pengalaman yang membentuk bangsa ini.

Gus Nas Jogja, Penyair, Budayawan dan Pengasuh Desa Kebangsaan Ilmu Giri Jogja

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Feodalisme warisan budaya materi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:45 WIB

ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:44 WIB

ESAI: Pada hari kemerdekaan, biarkan pekerja pulang

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 01:26 WIB

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB
X