Menyoroti rencana Prabowo bangun 'Sekolah Rakyat', intip 3 fakta sejarah jenjang pendidikan di Indonesia dari SD hingga SMA

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 5 Januari 2025 | 20:08 WIB
Presiden Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK), Muhaimin Iskandar dan para menteri lainya usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, 3 Januari 2025 (Instagram.com/@prabowo)
Presiden Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK), Muhaimin Iskandar dan para menteri lainya usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, 3 Januari 2025 (Instagram.com/@prabowo)

GENMILENIAL.ID - Presiden RI, Prabowo Subianto akan membangun sekolah rakyat khusus untuk anak dari keluarga tidak mampu.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menuturkan rencana Prabowo dalam membangun sekolah rakyat tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial.

"Presiden juga ingin membuat sekolah khusus untuk anak-anak yang tidak mampu, tetapi masih di bawah naungan orang tua dibina langsung khusus dalam sekolah rakyat," tutur Cak Imin kepada awak media di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 3 Januari 2025.

Baca Juga: Beranggotakan para pelajar, Polsek Pagaden amankan para anggota Genk Kansas 122 serta lakukan deklarasi pembubaran permanen

Menko PMK itu mengatakan bahwa program sekolah rakyat tersebut masih diuji coba di tiga titik di wilayah Jabodetabek.

"Baru tiga titik dahulu. Jabodetabek," sebut Cak Imin.

Sekolah rakyat itu akan mengutamakan siswa dari keluarga tidak mampu dan tergolong miskin ekstrem.

Terkait jenjang pendidikan, Cak Imin menekankan sekolah rakyat tersebut akan berbentuk seperti sekolah asrama (boarding school) sehingga gizi siswa dapat terjamin.

Baca Juga: HMPV marak di China hingga muncul imbauan Kemenkes, akankah seperti Covid-19?

"Sebetulnya yang diutamakan boarding school-nya yang paling penting sehingga gizinya tertangani," tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah masih terus menguji coba sekolah rakyat tersebut tanpa dipungut biaya.

Berkaca dari hal itu, kini pendidikan di Indonesia dapat dimulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), kemudian siswa melanjutkan ke Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pendidikan di Indonesia pada masa sekarang juga telah menjadi hak masyarakat dan bukan hanya keistimewaan para kaum bangsawan.

Baca Juga: Prabowo perintahkan bahan baku makan bergizi gratis bersumber dari desa untuk gerakkan ekonomi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X