Akun medsos RSUD AWS Samarinda digeruduk warganet usai viral dugaan malpraktik pasien jantung

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:30 WIB
Menyoroti dugaan kasus malpraktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda terhadap pasien rawat jantung hingga bayi berusia 3 bulan (Dok. RSUD AWS Samarinda)
Menyoroti dugaan kasus malpraktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda terhadap pasien rawat jantung hingga bayi berusia 3 bulan (Dok. RSUD AWS Samarinda)

GENMILENIAL.ID – Akun media sosial resmi RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjadi sorotan publik setelah ramai digeruduk warganet.

Hal ini terjadi menyusul viralnya dugaan kasus malpraktik terhadap seorang pasien rawat jantung berinisial EW (63 tahun).

Kasus ini mencuat setelah unggahan dari akun Instagram @kaltimfolks pada Sabtu, 30 Mei 2026, yang mengungkap adanya dugaan pelanggaran prosedur medis oleh tim dokter.

Dugaan pelanggaran prosedur medis

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa dokter diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan rencana medis.

Baca Juga: Detik-detik banjir bandang terjang 5 desa di Gorontalo, ratusan rumah hingga kios warga rusak berat

Salah satunya adalah pemasangan ring (stent) baru yang disebut tidak sesuai ukuran.

“Pelanggaran rencana medis, pihak dokter diduga memaksakan pemasangan ring (stent) baru yang tidak sesuai ukuran hingga menabrak dua ring lama yang sudah terpasang,” tulis unggahan itu.

Tak hanya itu, dugaan lain yang mengemuka adalah adanya kawat sepanjang sekitar 2 cm yang terputus dan tertinggal di dalam jantung pasien setelah tindakan medis dilakukan.

Temuan rumah sakit di Singapura

Kejanggalan tersebut baru terungkap setelah pasien dirujuk ke RS Mount Elizabeth Novena, Singapura untuk penanganan lanjutan.

Baca Juga: WALHI hingga akademisi soroti pencemaran Teluk Buli, pemerintah diminta audit aktivitas tambang

Tim dokter di rumah sakit tersebut menemukan adanya kawat yang tertinggal di dalam jantung pasien.

Kawat tersebut bahkan disebut telah menyebabkan penyumbatan hingga 90 persen aliran oksigen menuju jantung pasien, sehingga memperparah kondisi kesehatan EW.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X