GENMILENIAL.ID – Polemik penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik, terutama di media sosial.
Dua juri, yakni Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni, menjadi perhatian setelah memberi penilaian berbeda terhadap jawaban yang dinilai serupa dari dua kelompok peserta.
Dalam perlombaan tersebut, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
Sementara itu, jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama.
Baca Juga: Setelah pencarian intensif, dua wisatawan di Curug Cileat ditemukan meninggal
Peserta Grup C, Josepha Alexandra atau Ocha, kemudian menyampaikan protes karena merasa jawaban yang diberikan tidak berbeda.
Desakan permintaan maaf langsung
Kontroversi ini memicu reaksi luas dari publik. Sejumlah pihak mendesak agar kedua juri menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada peserta sebagai bentuk tanggung jawab.
Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, menilai langkah tersebut penting untuk meredakan situasi sekaligus memberi contoh baik.
“Kalau memang salah, seharusnya minta maaf langsung. Itu akan membuat suasana lebih kondusif,” ujarnya.
Baca Juga: 439 Jemaah haji asal Subang berangkat di kloter 34, total tahun ini capai 543 orang
Retno juga menegaskan bahwa permintaan maaf bukanlah hal yang tercela, melainkan bentuk keberanian seorang pejabat publik dalam mengakui kesalahan.
Kritik permintaan maaf yang diwakilkan
Lebih lanjut, Retno menyoroti bahwa permintaan maaf yang hanya diwakilkan oleh institusi dinilai tidak cukup.
Artikel Terkait
Viral ‘mungkin hanya perasaan adik-adik’, MC LCC MPR RI Shindy Lutfiana minta maaf usai tuai kritik
Josepha Alexandra cs tiba di Jakarta usai viral protes LCC Kalbar, dijadwalkan temui ketua MPR
Usai skandal LCC MPR, kini viral dugaan status WA milik juri Indri Wahyuni yang dinilai menantang balik warganet
Bertemu Wapres Gibran usai viral koreksi juri LCC MPR, Josepha Alexandra: Diberi motivasi dan trik debat
SMAN 1 Pontianak tolak ikut final ulang LCC 4 Pilar MPR, pilih dukung SMAN 1 Sambas maju tingkat nasional
Teguran menohok Helmy Yahya soal ucapan MC LCC 4 Pilar MPR Kalbar: Pikirkan dulu sebelum bicara
Usai viral menolak final ulang LCC MPR, sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak ternyata pernah bikin tesis ‘Perilaku Sosial Anak’