GENMILENIAL.ID – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan dugaan tindakan razia rambut secara berlebihan terhadap sejumlah siswi di SMK Negeri 2 Garut, Jawa Barat.
Video tersebut diunggah melalui akun Instagram @sekitargarut pada Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam video itu, tampak sejumlah siswi histeris usai rambut mereka dipotong secara paksa.
Aksi tersebut diduga dilakukan oleh oknum guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap belasan siswinya.
Baca Juga: Oknum ASN Kesbangpol Subang ditangkap, terlibat dugaan penipuan proyek fiktif
“Guru seharusnya mendidik dan memberi contoh perilaku yang baik,” ujar salah seorang siswi dalam video tersebut.
Peristiwa itu disebut terjadi usai para siswi mengikuti pelajaran olahraga.
Saat kembali ke kelas, mereka tiba-tiba didatangi guru yang membawa gunting dan langsung melakukan pemeriksaan rambut.
Belasan siswi diduga jadi korban
Berdasarkan informasi di lapangan, razia tersebut diduga dilakukan karena rambut para siswi dianggap melanggar aturan, seperti diwarnai.
Baca Juga: LPK Balkondes Cigarukgak dan SMKN 1 Cipunagara jalin MoU, siapkan lulusan siap kerja
Namun, tindakan itu justru menuai kritik dari warganet karena dinilai berlebihan, terlebih sebagian korban merupakan siswi berhijab.
Sejumlah siswi dilaporkan mengalami syok hingga histeris setelah rambutnya dipotong tanpa persetujuan.
Dari total korban yang disebut mencapai belasan orang, saat ini terdapat sekitar 7 hingga 8 siswi yang meminta pendampingan hukum.
Artikel Terkait
Viral pengeroyokan guru di SMK Jambi, berawal dari teguran hingga persoalan panggilan ‘Prince’
Viral pengakuan guru PAUD digaji Rp100 ribu–Rp300 ribu sebulan, ada yang mengajar hingga 16 tahun
Viral guru honorer asal Blitar ungkap gaji Januari 2026 Rp144 ribu, harap pemerintah lebih peduli
Ban motor dirantai demi bisa mengajar, viral perjuangan guru lewati jalan berlumpur di Lampung Barat
Viral curhat guru PPPK Sumedang terima gaji Rp50 ribu, dipotong BPJS tersisa Rp15 ribu
Kasus guru honorer Probolinggo diduga terima gaji dobel dihentikan, Kejati Jatim ambil alih penyidikan
Curhatan guru di Semarang saat pembagian MBG, mengaku pulang telat karena harus rapikan ompreng