ESAI: Ketika negara lebih tertarik rekening nganggur dibanding pengangguran

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Selasa, 29 Juli 2025 | 14:00 WIB
Dikdik Sadikin, Penulis dan Akuntan
Dikdik Sadikin, Penulis dan Akuntan

Dalam konteks ini, langkah PPATK tampak masuk akal. Ibarat rumah kosong yang bisa disusupi pencuri, rekening tak aktif bisa jadi pintu masuk kejahatan. Negara pun bergerak, memblokir rekening-rekening pasif.

Baca Juga: Luhut soal polemik ijazah Jokowi: Tak relevan untuk seorang intelektual, fokuslah pada kontribusi nyata

Sebagian publik setuju. Namun, sebagian lain mulai gelisah, kenapa tidak ada peringatan sebelumnya? Kenapa yang diblokir hanya karena diam?

Privasi yang mulai runtuh

Yang membuat publik waswas bukan soal keamanan, tapi soal batas.

Apakah negara mulai menyelinap ke ruang privat warganya atas nama perlindungan?

Rekening pasif bisa jadi milik petani yang hanya menabung setelah panen, atau pensiunan yang tak pernah lagi mengakses ATM.

Baca Juga: Polisi tangkap 9 terduga perusak rumah doa di Padang, Wakapolda: Tak ada tempat bagi intoleransi

Bisa jadi milik buruh migran yang akan pulang dua tahun lagi, atau mahasiswa yang lupa bahwa rekeningnya masih aktif.

Mereka tidak menyembunyikan kejahatan. Mereka hanya tak aktif. Namun, dalam sistem hari ini, yang tak aktif bisa kehilangan haknya.

Kita seperti sedang menuju era baru: era algoritma pengawasan. Kekuasaan hari ini tidak mencambuk tubuh, tapi memantau perilaku. Dari saldo yang tak bergerak, hingga data belanja yang tak sesuai tren.

Namun, ketika negara masuk terlalu dalam ke ruang-ruang personal, tanpa edukasi, tanpa dialog, maka kepercayaan akan berubah menjadi ketakutan.

Baca Juga: Tak terima namanya dihapus, badai eks Kerispatih somasi label musik: Hak moral pencipta lagu harus dihargai

Dan ketakutan, kita tahu, adalah pupuk subur bagi negara yang terlalu ingin mengontrol.

Di Jepang, rekening dormant baru masuk kategori unclaimed assets setelah lima tahun tak aktif, dan bahkan itu pun melalui notifikasi bertahap serta perlindungan hukum yang kuat.

Di Inggris, ada Dormant Accounts Scheme, dana pasif disalurkan ke kegiatan amal, bukan dibekukan secara sepihak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X