ESAI: Ketika negara lebih tertarik rekening nganggur dibanding pengangguran

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Selasa, 29 Juli 2025 | 14:00 WIB
Dikdik Sadikin, Penulis dan Akuntan
Dikdik Sadikin, Penulis dan Akuntan

Sebaiknya ditinjau ulang menjadi 12 bulan atau lebih, seperti di banyak negara maju.

Keenam, fokus pada pelaku kejahatan, bukan warga biasa. Gunakan sistem kecerdasan buatan (AI) dan forensik data untuk menyisir jaringan transaksi, bukan sekadar karena diamnya saldo.

Semua solusi tersebut bukan untuk melemahkan upaya penegakan hukum, tetapi untuk memastikan bahwa dalam melindungi sistem keuangan, negara juga harus melindungi warganya dari ketidakadilan prosedural dan kecurigaan yang membabi buta.

Baca Juga: Pemimpin Thailand dan Kamboja bertemu di Malaysia bahas gencatan senjata, situasi masih memanas

Maka yang kita butuhkan adalah edukasi publik, transparansi prosedur, dan perlindungan hak digital warga.

Negara tentu memiliki hak untuk menjaga sistem. Namun, apabila negara lebih curiga pada saldo rekening yang menganggur daripada nasib manusia yang membeku dalam pengangguran, maka mungkin yang membeku bukan lagi rekening, tapi nurani.

Dikdik Sadikin, Penulis dan akuntan dengan pengalaman lebih dari 38 tahun di birokrasi. Jabatan terakhirnya (sampai dengan 1 Maret 2025) adalah Direktur Pengawasan Bidang Pengembangan SDM dan Kebudayaan BPKP

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X