Luhut soal polemik ijazah Jokowi: Tak relevan untuk seorang intelektual, fokuslah pada kontribusi nyata

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 28 Juli 2025 | 21:57 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram.com/@luhut.pandjaitan)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram.com/@luhut.pandjaitan)

GENMILENIAL.ID – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal polemik dugaan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo yang kembali mencuat di ruang publik.

Menurutnya, perdebatan seputar ijazah bukanlah persoalan penting, apalagi jika dilontarkan oleh kalangan intelektual yang seharusnya membawa diskursus ke arah lebih produktif.

“Kita asyik masih berbicara soal ijazah yang menurut saya sangat tidak relevan untuk dibicarakan oleh seorang intelektual di republik ini,” ujar Luhut saat menghadiri peluncuran Yayasan Padi Kapas Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 28 Juli 2025.

Baca Juga: Polisi tangkap 9 terduga perusak rumah doa di Padang, Wakapolda: Tak ada tempat bagi intoleransi

Luhut menekankan bahwa yang lebih penting saat ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membangun institusi pendidikan unggulan demi kemajuan bangsa.

“Apa sih ijazah itu? Saya pun enggak tahu ijazah saya di mana saya taruh, dan saya pikir tidak relevan. Yang paling relevan itu apa yang kau berikan, kontribusikan pada negara ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam isu yang hanya menimbulkan kegaduhan, terlebih saat pemerintah tengah mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Baca Juga: Tak terima namanya dihapus, badai eks Kerispatih somasi label musik: Hak moral pencipta lagu harus dihargai

“Mari pakai akal sehat, jangan tambah-tambah kegaduhan. Kalau punya pendapat boleh, tapi jangan saling menyerang,” katanya.

Luhut pun mengajak masyarakat untuk merenung dan bertanya pada diri sendiri.

“Apakah kau memberikan keributan, atau pikiran-pikiran untuk membuat Indonesia lebih bagus?” tuturnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X