Jika imajinasi adalah fondasi peradaban, beranikah kita benar-benar menjaganya, atau kita justru akan kembali menyeragamkannya demi kenyamanan orang dewasa?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang, saya harap, terus hidup bersama Titikan-Titikan kecil yang hari itu tumbuh di Galeri Indigo, menunggu untuk suatu hari kelak mewarnai dunia dengan caranya sendiri.***
Artikel Terkait
ESAI : Stop bullying! demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah
ESAI : Anak seusia SMP dan perilaku kekerasan
Tangis ayah pecah di posko kesehatan Lhok Pungki, gendong anak sakit demi dapatkan obat
Sekjen Kemensos ungkap masalah kesehatan anak sekolah rakyat, dari gigi rusak hingga anemia
Cerita haru Sekjen Kemensos menjemput anak Sekolah Rakyat yang tinggal di pedalaman hutan Kalteng, rumahnya tak berlistrik
Layaknya waterboom, viral anak-anak Bekasi asyik main air di tengah banjir
Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak