Cerita haru Sekjen Kemensos menjemput anak Sekolah Rakyat yang tinggal di pedalaman hutan Kalteng, rumahnya tak berlistrik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 22 Januari 2026 | 00:50 WIB
Sekjen Kemensos Robben Rico membagikan cerita saat menjemput siswa Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos Robben Rico membagikan cerita saat menjemput siswa Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID — Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan sisi kemanusiaan dalam upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Salah satu kisah yang menyentuh datang dari pedalaman Kalimantan Tengah, saat Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Sekjen Kemensos) Robben Rico menjemput langsung seorang anak calon siswa Sekolah Rakyat yang tinggal jauh di tengah hutan tanpa akses listrik.

Kisah tersebut disampaikan Robben Rico saat menjadi narasumber dalam forum diskusi Jaringan Pemred Promedia (JPP) yang digelar secara daring, Selasa, 20 Januari 2026.

Baca Juga: Sekjen Kemensos ungkap masalah kesehatan anak sekolah rakyat, dari gigi rusak hingga anemia

Pendataan Sekolah Rakyat tak hanya andalkan data

Rico menjelaskan bahwa pendataan calon siswa Sekolah Rakyat tidak hanya mengandalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, data administrasi perlu diverifikasi langsung ke lapangan agar tepat sasaran.

“Pendekatan kita berbeda dengan bansos. Kita tidak langsung percaya 100 persen data. Harus diverifikasi, harus ada kunjungan langsung, melibatkan pendamping PKH dan pemerintah daerah,” ujar Rico.

Ia menegaskan, setiap anak yang diajukan masuk Sekolah Rakyat harus melalui proses pengecekan berlapis, termasuk kunjungan langsung ke rumah calon siswa.

Baca Juga: Viral pengakuan guru PAUD digaji Rp100 ribu–Rp300 ribu sebulan, ada yang mengajar hingga 16 tahun

Menjemput anak yang tinggal di pedalaman hutan

Dalam kesempatan itu, Rico membagikan kisah haru saat dirinya ikut menjemput seorang anak bernama Alfiyanur di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Anak tersebut tinggal jauh di pedalaman hutan dan tidak tercatat dalam DTSEN.

“Saya heran, kok ada anak tinggal di hutan tapi tidak terdata. Akhirnya kami datangi langsung,” kata Rico.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X