GENMILENIAL.ID — Pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera masih menjadi kebutuhan mendesak.
Hampir dua bulan pascabencana yang melanda pada akhir November 2025, sejumlah daerah masih menghadapi keterbatasan akses, terutama wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.
Salah satu potret pilu datang dari Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Sebuah video yang diunggah relawan kemanusiaan Rully Xabian memperlihatkan momen mengharukan ketika seorang ayah menggendong anaknya yang sedang sakit menuju posko kesehatan.
Baca Juga: Asal bukan ritual ibadah, Arie Kriting buka suara soal batasan komedi agama di tengah polemik Pandji
Ayah menangis, gendong anak demi dapatkan obat
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @rulli_xabian pada Senin, 19 Januari 2026, tampak seorang pria datang dengan langkah tertatih sambil menggendong anaknya yang terlihat lemah.
“Ketika seorang ayah menangis, pertanda dunia sedang tidak baik-baik saja,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Dengan suara bergetar, sang ayah terdengar berkata, “Bang, ada obat untuk anak saya?” Kalimat sederhana itu sontak menyentuh hati banyak orang.
Petugas kesehatan yang berjaga di posko langsung memberikan penanganan berupa obat serta plester kompres penurun demam untuk sang anak.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata betapa akses kesehatan masih menjadi persoalan serius di wilayah terdampak bencana.
Viral dan tuai simpati warganet
Video berdurasi 36 detik itu sontak menyebar luas dan telah ditonton lebih dari 251 ribu kali. Ribuan warganet membanjiri kolom komentar dengan doa dan ungkapan empati.
Artikel Terkait
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama
Pamit umrah, Salim A Fillah tinggalkan jejak kebaikan di Aceh usai bangun jembatan hingga sekolah darurat
Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Pedagang es kelapa di Gowa viral daftarkan 24 kerabat haji, total setoran tembus Rp600 juta
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
Sebulan jelang Ramadan, warga Aceh masih bergulat dengan lumpur sisa banjir bandang
Lhok Pungki, Dusun di Aceh Utara yang kini berubah jadi sungai pascabanjir bandang