Tangis ayah pecah di posko kesehatan Lhok Pungki, gendong anak sakit demi dapatkan obat

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 19 Januari 2026 | 17:32 WIB
Posko layanan kesehatan yang diperlukan oleh warga terdampak dan penyintas banjir Sumatera (Instagram/rully_xabian)
Posko layanan kesehatan yang diperlukan oleh warga terdampak dan penyintas banjir Sumatera (Instagram/rully_xabian)

GENMILENIAL.ID — Pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera masih menjadi kebutuhan mendesak.

Hampir dua bulan pascabencana yang melanda pada akhir November 2025, sejumlah daerah masih menghadapi keterbatasan akses, terutama wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.

Salah satu potret pilu datang dari Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Sebuah video yang diunggah relawan kemanusiaan Rully Xabian memperlihatkan momen mengharukan ketika seorang ayah menggendong anaknya yang sedang sakit menuju posko kesehatan.

Baca Juga: Asal bukan ritual ibadah, Arie Kriting buka suara soal batasan komedi agama di tengah polemik Pandji

Ayah menangis, gendong anak demi dapatkan obat

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @rulli_xabian pada Senin, 19 Januari 2026, tampak seorang pria datang dengan langkah tertatih sambil menggendong anaknya yang terlihat lemah.

“Ketika seorang ayah menangis, pertanda dunia sedang tidak baik-baik saja,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Dengan suara bergetar, sang ayah terdengar berkata, “Bang, ada obat untuk anak saya?” Kalimat sederhana itu sontak menyentuh hati banyak orang.

Petugas kesehatan yang berjaga di posko langsung memberikan penanganan berupa obat serta plester kompres penurun demam untuk sang anak.

Baca Juga: Sinyal smartwatch kopilot masih aktif, keluarga harap keajaiban di tengah pencarian pesawat ATR 42-500

Momen tersebut menjadi gambaran nyata betapa akses kesehatan masih menjadi persoalan serius di wilayah terdampak bencana.

Viral dan tuai simpati warganet

Video berdurasi 36 detik itu sontak menyebar luas dan telah ditonton lebih dari 251 ribu kali. Ribuan warganet membanjiri kolom komentar dengan doa dan ungkapan empati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X