Keterlibatan anak seusia SMP dalam kegiatan kekerasan saat ini sangat marak. Beberapa peristiwa terkait hal ini banyak terjadi.
Beberapa saat yang lalu, telah terjadi siswa sekolah menengah yang kemudian meninggal dunia akibat tindakan kekerasan.
Sangat ironis memang, namun ini merupakan fenomena yang patut kita perhatikan lebih dan waspadai, baik oleh para orang tua maupun oleh pihak lainnya.
Pada dasarnya usia anak SMP sangat rentan, karena anak seusia ini masuk ke dalam fase remaja awal.
Dimana pada fase ini anak berusia 13 sampai dengan 15 tahun cenderung mengalami masa ambivalensi, yakni kondisi di mana seseorang dalam keinginan antara bergaul atau menyendiri.
Pada kondisi ini akan terlihat bagaimana kecenderungan seorang anak mulai mengisolasi diri atau bahkan bergaul dengan lebih terbuka dengan teman-temannya guna menyerap berbagai informasi dan perilaku.
Tak hanya itu, kecenderungan untuk terlepas dari dominasi dan peran orang tuanya pun mulai terlihat.
Anak mulai terlihat ingin bebas dari bantuan orang tua, peran atau hal-hal lain yang melibatkan orang tua mereka.
Tak heran anak seusia ini akan mencoba berbagai tindakan yang cenderung mereka lihat dari lingkungan keluarga, televisi, media online maupun teman-temannya.
Dalam hal ini pengejawantahan dirinya sebagai bentuk eksistensi diri sangat mungkin terjadi.
Keinginan untuk mengekspresikan diri, mengaktualisasikan diri maupun ingin diakui oleh teman-temannya cenderung tinggi tanpa ada pemikiran jauh ke depan, baik efek positif maupun negatif.
Tidak bisa kita pungkiri, bahwa pada saat ini media online sebagai dunia lain dari anak seusia SMP menjadi tempat nyaman bagi mereka.
Artikel Terkait
Latih public speaking pelajar, SMP-SMA Muhammadiyah Subang gelar sosialisasi program calon Ketua IPM 2023-2024
SMP Muhammadiyah Subang gelar IHT, Ina Rostiana : untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran P5
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Silaturahim kebangsaan, Ketua Bawaslu Subang uraikan 3 persoalan mendasar Subang salah satunya IPM rendah, pendidikan rata-rata SMP
ESAI : Sekolah ramah guru dan tenaga kependidikan
ESAI : Bukan sekolah di negeri dongeng
Pj. Bupati Subang jenguk siswa SMP korban pengeroyokan yang sudah 6 hari belum sadarkan diri di RS Hamori