Sekjen Kemensos ungkap masalah kesehatan anak sekolah rakyat, dari gigi rusak hingga anemia

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 22 Januari 2026 | 00:17 WIB
Sekjen Kemensos Robben Rico ungkap fakta soal masalah kesehatan anak-anak saat proses awal Sekolah Rakyat (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos Robben Rico ungkap fakta soal masalah kesehatan anak-anak saat proses awal Sekolah Rakyat (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID — Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, tetapi juga mengungkap persoalan serius lain yang selama ini luput dari perhatian, yakni kondisi kesehatan mereka.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, saat menjadi narasumber dalam forum diskusi Jaringan Pemred Promedia (JPP) yang digelar secara daring, Selasa, 20 Januari 2026.

Rico menjelaskan, sejak awal pelaksanaan Sekolah Rakyat, seluruh calon siswa wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti kegiatan belajar, terlebih karena sistem pendidikan yang diterapkan berbasis asrama.

Baca Juga: Viral pengakuan guru PAUD digaji Rp100 ribu–Rp300 ribu sebulan, ada yang mengajar hingga 16 tahun

Masalah kesehatan terungkap sejak awal masuk sekolah

Menurut Rico, pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak hari pertama Sekolah Rakyat resmi berjalan pada 14 Juli 2025. Dari proses itu, ditemukan fakta yang cukup memprihatinkan.

“Saat mereka masuk pertama kali, kami lakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya cukup mencengangkan,” ujar Rico.

Ia mengungkapkan, hampir seluruh siswa yang diperiksa memiliki persoalan kesehatan dasar, khususnya kebersihan gigi.

Baca Juga: 55 Hari pascabanjir, rumah warga Pidie Jaya masih tertimbun lumpur: Sebulan lagi Ramadan

“Hampir 100 persen tidak pernah sikat gigi. Dari 7.409 anak yang diperiksa, sekitar 49 persen mengalami masalah gigi,” jelasnya.

Tak hanya itu, tim medis juga menemukan berbagai gangguan kesehatan lain seperti anemia, kekurangan gizi, hingga penyakit menular.

“Ada yang anemia, ada yang kurang gizi, bahkan ditemukan juga TBC dan hepatitis,” lanjut Rico.

Penyakit ditangani sebelum masuk asrama

Rico menegaskan bahwa seluruh siswa Sekolah Rakyat memang tidak diseleksi secara akademik. Satu-satunya syarat adalah berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X