ESAI: Sastrawan, budayawan, dan pertautan yang tak pernah usai

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 14:30 WIB
Ikhsan Risfandi (IRZI), Penulis Puisi
Ikhsan Risfandi (IRZI), Penulis Puisi

Sastrawan membawa metafora; budayawan membawa data. Obrolan mereka saling mengisi: metafora mulai bekerja seperti fakta, fakta mulai bergerak seperti metafora.

Meja itu menjadi ruang di mana dua pendekatan yang tampak berbeda justru saling menajamkan.

Mungkin di sanalah kita harus meletakkan posisi sastra dan budaya, bukan di dalam atau di luar satu sama lain, tetapi di meja yang sama, sebagai percakapan yang tak pernah selesai.

Sebab pada akhirnya, pertanyaan 'siapa memasukkan siapa' mungkin tidak sepenting kesadaran bahwa keduanya terhubung dalam sebuah jaringan yang tak terpisahkan.

Dan jaringan itu adalah kita, para pembaca, penulis, penonton, pelaku, dan saksi yang terus menghidupkan kata sekaligus merawat kehidupan.

Ikhsan Risfandi, penulis puisi kelahiran Jakarta 1985, dikenal dengan nama IRZI dan telah menerbitkan dua buku yaitu Ruang Bicara terbit pada 2019 dan Trivia Kampung Sawah yang terbit pada November 2024

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X