Baca Juga: Diogo Jota tewas dalam kecelakaan tragis di Spanyol, dunia sepakbola berduka
Epistemologi tradisional sering mengedepankan logika, observasi, dan validasi berulang. Namun, esai ini justru menyiratkan bahwa ada bentuk pengetahuan yang muncul dari pemberontakan.
Ketika 'senyum' menjadi 'kilatan petir,' kita tidak lagi mengenali senyum dalam pengertian konvensional, melainkan mengetahui ulang potensinya sebagai kekuatan destruktif.
Ini adalah bentuk pengetahuan intuitif, bahkan mungkin subversif, yang menolak dikotomi benar/salah dan merangkul ambiguitas.
Peran ketidaknyamanan kognitif dalam esai ini menyebutkan 'krisis eksistensial ringan' atau 'korsleting kecil' pada otak pembaca.
Dalam epistemologi, ketidaknyamanan kognitif semacam ini seringkali menjadi pemicu untuk pembelajaran baru.
Baca Juga: Luhut temui Jokowi, doakan kesembuhan dan soroti pentingnya menghargai pemimpin terdahulu
Efek Zeigarnik semiotis yang saya kutip menegaskan bahwa kekosongan atau keanehan mendorong pikiran untuk mencari resolusi.
Dengan demikian, puisi yang mengacaukan kata-kata tidak hanya menghibur, tetapi juga secara aktif merangsang pembentukan pengetahuan baru tentang batas-batas bahasa dan realitas.
Ini adalah cara mengetahui yang tidak linier, melainkan melompat dan meliuk seperti mantra yang diucapkan.
Jika epistemologi berbicara tentang bagaimana kita mengetahui, kosmologi sastra berusaha memahami bagaimana alam semesta kata ini tersusun dan beroperasi.
Esai ini melukiskan sebuah kosmos linguistik yang tidak statis, melainkan dinamis, bahkan anarkis.
Alam semesta akan terus bernapas. Fosil diksi memberikan tulang punggung alam semesta ini, kerangka intuitif yang memungkinkan kita mampu mengidentifikasi 'bintang' dan 'galaksi' makna.
Namun, kekacauan kata adalah napas dari alam semesta itu juga. Ia adalah gaya gravitasi yang kadang menarik kata-kata ke orbit baru, atau bahkan melontarkannya ke dimensi makna yang belum terjamah.
Artikel Terkait
Pulo Lasman Simanjuntak berikan tanda tangan simbolik pada buku antologi puisi penyair perempuan Indonesia
Puisi : Episode 'Hujan, Desember 2020
Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'
Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam
Sinopsis buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' karya Ai Lundeng
ESAI: Membedah anatomi kauniyah, geomorfologi sastra, semiotika, dan filsafat fluiditas
ESAI: Aktivisme dan kesadaran intelektual, jejak panjang dari ruang akademik ke medan perubahan