Puisi : Episode 'Hujan, Desember 2020

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 06:10 WIB
Ucu S.S, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Subang
Ucu S.S, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Subang

Tentang gambar yang kau tulis
: Untuk Aidil Adhana Audia Rhayya

Nak, katamu kau membuat kacang dari pulpen yang berwarna biru
Bulat bulatan-bulatan saling menimpa berangkai bersama wajahmu yang selalu menempel di dinding kamar
Baris demi baris beruntun hingga akhirnya selesai kau urut meski tak beratur

Nak, katamu kau membuat garis-garis semirif alif yang biasa diajarkan ibu
Rapi, berbaris panjang menembus alis matamu yang hitam
Aku tak bisa menerka, saat matamu duduk dan menanyakan kapan kita akan memelihara burung: apakah malam ini akan berlanjut mengurai cerita terdahulu saat angin membawa tubuh ini mengunjungi lembaran-lembaran kertas buram

Baca Juga: 5 Provinsi yang beri pemutihan pajak kendaraan, salah satunya Jawa Barat
Aku tulis nama itu dalam tubuhmu, nak
Nama yang selalu berbaring dalam kelopak mata ibumu dan selalu hadir dalam malam-malam yang selalu ditemani suara jangkrik.
Tulislah nama itu dalam bulatan dan garis alif sebelum selesai kau menulis

Nak, kau lupa dimana kau simpan tutup pulpen itu ya?
Tidak apa, asal jangan kau lupa cerita-cerita yang ibumu bacakan sebelum tidur, seperti malam ini.

November 2019

Baca Juga: KPU RI sebut debat Pilkada 2024 akan dilaksanakan tiga kali

Episode ‘hujan
: Desember 2020

Dan akhirnya malam menyebutmu dengan nama hujan
Hangat, menjelma suara jangkrik
bisik angin mengalun serupa nyanyian daun
ringkih punggung menyapa dada dalam dalam
dan rambutmu menjelma secangkir kopi hangat

Aku belum bisa menerka kapan kau akan menjemputku sebagai pahlawan
dengan mengenakan jeans basah dan kemeja hitam
kau masih belum mengenalku

Baca Juga: Kantor DPC PDI Perjuangan Subang digeruduk ribuan kadernya, ini alasan Niko Rinaldo pamit dan serahkan KTA secara massal

Malam masih dalam hujan
suaramu masih terdengar merdu menyelinap melalui sela-sela jendela berbaring di atas meja dan bercampur air kopi hangat.
matamu masih mengisyaratkan pertanyaan itu, namun aku masih menikmati berita-berita di televisi, seperti kau melempar pertanyaanku tempo hari
Bau kaos kaki basah
Celana jeans basah
Masih terurai hangat
Dan kau masih belum juga mengenaliku.

Garden View, Desember 2022

Baca Juga: Konflik makin memanas, ikuti jejak Maruarar Sirait dan H. Ruhimat, Niko Rinaldo dan ribuan kader PDI Perjuangan Subang kembalikan KTA

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X