GENMILENIAL.ID - Menjadi Wanita tegar di tengah berbagai gelombang ujian kehidupan bukanlah susuatu yang mudah, dibutuhkan kekuatan batin dukungan dari sekitar dan keyakinan yang mendalam.
'Gemuruh Palung Hati' adalah kumpulan puisi yang menggambarkan, bagaimana gejolak perasaan wanita dalam menghadapi berbagai kenyataan hidup, baik dalam ruang pribadi ataupun sosial.
Setiap bait tercipta dari pengalaman emosional yang dalam, kegelisahan, kebahagiaan, luka, hingga harapan.
Baca Juga: ESAI: Menemukan makna kehidupan ala Hector Garcia dan Francesc Miralles
Puisi-puisi ini menjadi cermin bagaimana seorang wanita yang sering dianggap lembut dan rapuh, justru bisa sekuat karang ketika badai datang.
Dalam diam, ia sering memendam rasa.
Dalam tangis ia menemukan kekuatan.
Dalam doa ia bersandar pada Tuhan yang menjadi penopangnya.
Menulis menjadi cara untuk meredam gelisah, menyulam luka menjadi kata-kata, dan merangkai harapan ditengah kepedihan.
Baca Juga: Satres Narkoba Polres Subang amankan 54 botol miras dalam operasi di Jalan Raya Cibogo
Buku puisi 'Gemuruh Palung Hati' adalah curahan jiwa seorang Wanita yang bertahan ditengah badai kehidupan.
Dibalik kelembutan, tersimpan kekuatan.
Dibalik keraguan tersimpan harapan.
Artikel Terkait
Penyair Wiji Thukul, aktivis perlawanan yang dihilangkan karena puisi
Pulo Lasman Simanjuntak berikan tanda tangan simbolik pada buku antologi puisi penyair perempuan Indonesia
Refleksikan kegelisahan perempuan, Mahasiswa GMNI gelar aksi pembagian mawar, teaterikal dan musikalisasi puisi
Puisi : Episode 'Hujan, Desember 2020
Sinopsis novel 'Sang Tokoh' karya Wina Armada Sukardi
Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'
Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam