Sebelumnya, fisik rata-rata pemain Indonesia hanya dapat tahan 45 menit babak pertama saja. Memasuki babak kedua, pemain Indonesia cepat kehabisan nafas dan oleh karenanya mudah kebobolan. Shin Tae-yong mengubah hal itu.
Hanya saja, menurut PSSI, Shin Tae-young memiliki kekurangan pada aspek komunikasi dan ada kompleksitas yang tidak dapat ditangani Shin Tae-yong dengan baik. Jadi, 'pemecatan' Shin Tae-yong sama sekali bukan urusan prestasi.
Baca Juga: Ratusan ASN geruduk kantor Kemdiktisaintek hingga sentil Menteri Satryo yang diduga suka main pecat!
Coach Patrick Kluivert yang terhormat
Oleh lantaran itu, kehadiran Anda menangani kesebelasan Indonesia, tiada lain dan tiada bukan, tidak boleh berada di bawah level prestasi kepelatihan Shin Tae-yong.
Apa pun alasannya, jika capaian Coach di bawah Shin Tae-yong, maka cap atau lebeling buat Anda dalam menangani kesebelasan Indonesia, satu kata saja: gagal. Maka, Coach, sebuah keharusan prestasi Anda berada di atas Shin Tae-yong.
Dalam praktek jangka pendek, sekaligus sebagai ujian penting, hal itu dapat diterjemahkan, kewajiban Coach Patrick Kluivert membawa lolos kesebelasan Indonesia masuk sebagai peserta kejuaraan dunia 2026.
Target itu tanpa konpromi. Jika Coach Patrick Kluivert tidak mampu menyandang beban dan tanggung jawab itu, mau tidak mau, suka tidak suka, Coach dimuarakan pada kesimpulan punya kemampuan atau kualitas di bawah Shin Tae-yong.
Baca Juga: BTN mulai akuisisi Bank Victoria Syariah
Dan pilihan terhadap Coach Patrick Kluivert dianggap publik sebagai sebuah blander.
Coach Patrick Kluivert yang terhormat
Dalam jangka pendek, ukuran sukses Anda sederhana saja: meraup point sebanyak-banyaknya dalam empat pertandingan kejuaraan dunia yang akan datang, masing-masing melawan Australia (tandang), Bahrain dan China (kandang) dan Jepang (tandang).
Jika tidak mendapat point yang memungkinkan Indonesia lolos ke Piala Dunia, tak usah sakit hati, Anda akan menerima hujatan bertubi-tubi dari warga sepak bola Indonesia.
Sebaliknya, jika berhasil meloloskan kesebelasan Indonesia ke kejuaraan dunia, tak usah diminta, bakal mengalir puja-puji selangit kepada Anda.
Artikel Terkait
3 Perbandingan karier Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert, sosok pelatih asal Belanda yang digadang jadi juru taktik baru Garuda
Patrick Kluivert resmi jadi pelatih anyar Garuda, media Vietnam sibuk nyinyir usai kepergian Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia
Nasib saham Rp267 miliar milik Raffi Ahmad di STY Foundation usai Shin Tae Yong dipecat, benarkah akan melayang?
Jumlah pesangon yang diterima Shin Tae Yong usai dipecat dari Timnas Indonesia, fantastis!
Ungkapan Shin Tae-yong usai tak lagi bersama Garuda, sempat tak paham alasan dirinya dipecat hingga janji untuk sepak bola Indonesia