Dari junlah itu hanya dua orang yang mempunyai cara melatih lumayan siginifikan bagi Indonesia.
Nama pertama dan yang utama yang perlu dicatat adalah pelatih Wiel Coerver. Dia tahun 1976 hampir saja membawa Indonesia lolos ke Olimpiade.
Waktu itu belum ada ketentuan sepak bola Olimpiade diperuntukan hanya bagi tim U-23 plus tiga senior.
Indonesia kala itu, dalam pertandingan penentuan terakhir, hanya kalah adu pinalti dari Korea Utara.
Tiga tahun kemudian Wiel Cover mempersembahkan mendali perak Sea Games. Dia memberikan kosntribusi lumayan bagi sepak bola Indonesia.
Hal itu tak mengherankan, karena Wiel Coerver pelatih dengan reputasi cemerlang. Dia pernah membawa Feyenoord juara Piala Europa 1975-1974 dan sempat menangani Roda JC, Sparta, hingga NEC Nijmegen.
Pelatih berikut Frans van Balkom. Dia menjadi arsitek Indonesia pada patahun 1978-1979. Van Balkon memperkenalkan sepak 'jemput bola.'
Dia mengajarkan dalam perebutan bola dan pasing, pemain jangan pasif menunggu bola, tetapi aktif 'menjemput bola.' Selain 'jemput bola' Van Blkom tak meninggalkan jejak berarti dalam sepak bola Indonesia.
Tiga pelatih berikutnya, masing-masing, Henk Wullems, (medali perak SEA Games 1997), Wim Rijsbergen dan Pieter Huistra tidak membawa hasil menonjol dan tidak meninggalkan legesi apapun.
Coach Patrick Kluivert yang terhormat
Kini Anda pelatih keenam yang dengan berdebar dinanti hasilnya, apakah akan sama saja dengan pelatih asal Belanda lainnya, ataukah Anda lebih istimewa. Dibanding dengan pelati-pelatih itu Anda punya keuntungan.
Kiwari sebagian besar pemain 'naturalisasi' kesebelasan Indonesia berasal dari Belanda, dunia dan budaya serta pemain yang sangat Anda ketahui.
Artikel Terkait
3 Perbandingan karier Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert, sosok pelatih asal Belanda yang digadang jadi juru taktik baru Garuda
Patrick Kluivert resmi jadi pelatih anyar Garuda, media Vietnam sibuk nyinyir usai kepergian Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia
Nasib saham Rp267 miliar milik Raffi Ahmad di STY Foundation usai Shin Tae Yong dipecat, benarkah akan melayang?
Jumlah pesangon yang diterima Shin Tae Yong usai dipecat dari Timnas Indonesia, fantastis!
Ungkapan Shin Tae-yong usai tak lagi bersama Garuda, sempat tak paham alasan dirinya dipecat hingga janji untuk sepak bola Indonesia