ESAI : Surat terbuka untuk pelatih baru kesebelasan Indonesia Patrick Kluivert

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Selasa, 21 Januari 2025 | 05:31 WIB
Wina Armada Sukardi, Analis Sepak Bola
Wina Armada Sukardi, Analis Sepak Bola

Baca Juga: Uya Kuya klarifikasi setelah viral ditegur korban kebakaran LA, mengaku videonya langsung dihapus

Ketika Anda datang awal Pebuari, Anda masih harus memilah dan memilih pemain. Tak peduli pemain 'lokal' atau pemain 'naturalisasi.' Mungkin itu membutuhkan waktu dua minggu atau sampai pertengahan Pebuari.

Itu berarti sesunggunya waktu Anda aktualnya untuk pertandingan pertama hanyalah dua minggu.

Demikian pula untuk pertandingan kedua, 25 Maret, melawan China, waktunya semakin sempit. Sehari setelah lawan Autralia, kesebelasan kita harus segera kembali ke Indonesia. Tiba di Indonesia 21, dan latihan ringan 22 Maret.

Hanya ada dua hari persiapan melawan Bahrain, pada tanggal 25 sudah harus melawan China.

Baca Juga: Jun SEVENTEEN jadi villain di film The Shadow's Edge, adu kecerdasan dengan Jackie Chan, detektif senior kepolisian

Dua pertandingan ini sangat menentukan kelanjutan 'nasib' kesebelasan Indonesia, sekaligus CV karier kepelatihan Anda di Indonesia.

Jika Indonesia cuma mendapat dua point dari kedua pertandingan itu, harapan lolos ke empat besar agak kecil, apalagi kalau cuma dapat 1 angka, lebih muskil lagi untuk lolos ke kejuaraan dunia tahun 2026.

Maka dua pertandingan pertama amat menentukan, dan itu artinya waktunya sangat minim.

Coach Patrick Kluivert yang terhormat

Terus terang saja, sempitnya waktu pengenalan dan persiapan menangani kesebelasan Indonesia, menimbulkan banyak pertanyaan pada kami, apakah dalam waktu sesingkat itu Anda dapat meramu kesebelasan Indonesia menjadi lebih tangguh dari kesebelasan Indobesia racikan Shin Tae-yong.

Baca Juga: Konsep pembelajaran Ramadan hampir selesai, surat edaran segera diumumkan, siswa sekolah dipastikan tidak libur

Dengan lain perkataan, apakah dalam waktu sedemikian sempit dapat mengalahkan Asutralia dan Bahraiin?

Lebih rinci lagi, mungkinlah kesebelasan Indonesia di bawah kepelatihan Coach Patrick Kluivert dapat seri lawan Australia dan menang melawan Bahrain dan meraih 4 angka.

Kalau ini tercapai, minimal masih ada harapan untuk maju ke ronde ke empat melakukan play off.

Bukanlah perkara mudah, Coach, mengganti pelatih di tengah proses yang sudah berjalan dan mendekati babak akhir. Contoh teranyar, Arab Saudi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X