ESAI : Surat terbuka untuk pelatih baru kesebelasan Indonesia Patrick Kluivert

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Selasa, 21 Januari 2025 | 05:31 WIB
Wina Armada Sukardi, Analis Sepak Bola
Wina Armada Sukardi, Analis Sepak Bola

Coach Patrick Kluivert yang terhormat

Kehadiran Anda sebagai pelatih kesebelasan nasional Indonesia yang baru, terus diikuti dan disimak oleh sekitar 150 juta pengemar sepak bola Indonesia.

Mereka 'kepo' (ingin tahu) bagaimana kiprah dan hasil capaian coach dalam dua bulan terakhir ke depan.

Perlu Coach Patrick Kluivert ketahui, kedatangan Anda di Indonesia menimbulkan gaduh yang luar biasa di jagat sepak bola Indonesia.

Kemunculan Anda begitu mendadak dan di tengah sanjungan tinggi kepada pelatih nasional Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong menimbulkan kontraversi dan pro kontra, sampai sekarang.

Baca Juga: Rekam jejak Menteri Satryo yang didemo anak buahnya hingga dituding arogan: Lahir di Belanda hingga dikenal sebagai ilmuwan di Kampus ITB

Coach Patrick Kluivert yang terhormat

Dari berbagai informasi dan keterangan yang diuraikan induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI, pelatih Shin Tae-yong diganti bukan lantaran prestasinya yang buruk.

Secara umum, di luar hasil terakhir kejuaraan AFF, prestasi Shin Tae-Young dinilai sebagian pengamat, wartawan, dan fans Indonesia, sangat bagus.

Pelatih asal Korea Selatan itu dipandang mampu menaikkan level permainan sepak bola Indonesia ke tingkat tinggi, mengubah dan memperbaiki budaya sepak bola Indonesia, menanamkan landasan profesional, serta mencatat berbagai raihan prestasi termasuk terakhir tembus ronde ketiga kejuaraaan dunia, dengan menempatkan kesebelasan Indonesia di posisi sementara ketiga.

Di tangan Shin Tae-yong, tak ada lagi pemain yang berlaku seeenaknya dan tidak disiplin.

Baca Juga: Suhu dingin ekstrem menghantui inauguration day, pelantikan Presiden Donald Trump pindah lokasi

Tanpa ampun, Shin Tae-yong bakal memberikan sanksi berat kepada pemain yang tidak disiplin dan tidak taat aturan, termasuk sanksi tidak dipanggil lagi ke dalam tim nasional. Pemain jadi menyadari mereka harus disiplin.

Pelatih asal Korea Selatan itu juga menempa fisik pemain Indonesia ke taraf yang cukup prima. Dia mendorong limit ketahanan fisik pemain Indonesi untuk mampu bertanding lebih dari 2 X 45 menit secara konsisten melawan lelah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X