Baca Juga: Maraknya peredaran narkoba, dalam sepekan polisi tangkap 2 tersangka di Kecamatan Subang
Hari kelahiran Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, hal tersebut berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.
Kelahiran Budi Utomo merupakan cikal bakal dari lahirnya berbagai organisasi perjuangan lainya seperti Sarekat Islam dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
Peran besar dari pergerakan Budi Utomo yaitu memberikan kesadaran kolektif saat itu dalam memperjuangkan hak-hak rakyat sebagai landasan penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan bangsa Indonesia.
Setelah Budi Utomo, kita mengenal Sumpah Pemuda, kelahiran gerakan anak-anak muda ini tak lepas juga dipelopori oleh para pemuda terpelajar.
Baca Juga: ESAI : Bukan sekolah di negeri dongeng
Sumpah Pemuda lahir dari rapat para pemuda pada Kongres Pemuda Kedua pada tanggal 28 Oktober 1928, kala itu para pemuda menyelenggarakan rapat atau kongres yang diusulkan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yakni organisasi pemuda yang beranggotakan para pelajar dari seluruh Indonesia.
Sumpah Pemuda telah menjadi faktor pembentuk bangsa Indonesia dimana pada momen tersebut, menumbuhkan sikap nasionalisme para pemuda Indonesia kala itu untuk berkomitmen berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu yakni Indonesia.
Tujuan dari Sumpah Pemuda tentunya adalah untuk mempersatukan kekuatan gerakan pemuda Indonesia agar perjuangan memperoleh kemerdekaan bisa tercapai.
Dua momentum besar yang dipelopori oleh para pemuda terpelajar tersebut baik pergerakan Budi Utomo atau Sumpah Pemuda itu terjadi sebelum bangsa ini lahir.
Sikap aktivisme dan nasionalisme kaum muda saat itu terbentuk dari keadaan sosial yang mereka hadapi melihat realitas kondisi masyarakat dan keadaan bangsanya.
Generasi muda negeri ini saat itu tau, kenapa mereka harus mengambil peran untuk tidak hanya sekedar diam melihat keadaan sosial dan realitas yang dihadapi oleh bangsa dan masyarakatnya.
Dari dua momentum tersebut, bibit pemberontakan dan nasionalisme para pemuda Indonesia hidup dan terus tumbuh terutama gerakan untuk memperoleh kemerdekaan.
Dari berbagai latar belakang agama, budaya, suku dengan segala entitas organisasi pemuda kala itu bersatu dan terus berupaya agar bangsa dan masyarakat Indonesia memperoleh kemandirian sebagai sebuah bangsa.
Artikel Terkait
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial
ESAI : Spirit Sumpah Pemuda dan persiapan pemilu serentak 2024
ESAI : Mengenang tragedi semanggi 1998, perjuangan demokrasi dan darah para demonstran
ESAI : Rendahnya minat baca pada anak
ESAI : Moderasi beragama
ESAI : Bukan sekolah di negeri dongeng