ESAI : Rendahnya minat baca pada anak

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Selasa, 28 November 2023 | 08:56 WIB
Neni Rohaeni, Mahasiswi Riyadhul Jannah Subang
Neni Rohaeni, Mahasiswi Riyadhul Jannah Subang

Terdapat banyak hal yang menyebabkan minat baca di Indonesia masih rendah. Hal tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya akses terhadap buku di era digital.

Kemudian masih minimnya penerbitan buku terutama didaerah-daerah pelosok di Indonesia, selain itu belum tergugahnya semangat akan pentingnya budaya membaca terutama kalangan anak-anak.

Masih minimnya akan budaya minat baca, menjadi tantangan tersendiri dalam lingkup dunia pendidikan, karena minat baca merupakan kesadaran seseorang yang timbul dalam dirinya.

Hal pertama yang memengaruhi minat baca pada anak-anak masih rendah yaitu masih kurangnya akses terhadap buku, terutama buku-buku digital.

Baca Juga: Siap raih prestasi pada Porpemda Jabar XV, Kabupaten Subang kirimkan 131 atlet dan official 

Banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, saat ini anak-anak lebih suka terhadap segala sesuatu yang serba instan, hal tersebut telah mempengaruhi mindset anak

Kejadian yang saya jumpai dulu saat istirahat anak-anak berkerumun untuk dapat masuk ke perpustakaan yang disediakan sekolah hanya untuk sekedar mencari informasi belajar, menyalurkan hobi, ataupun untuk mengisi waktu kosong.

Namun saat ini, sangatlah bertolak belakang, adanya kemudahan dalam mengakses teknologi terutama gadget telah membuat anak  lebih mengandalkan benda-benda dan perangkat tersebut.

Hal tersebut telah membuat mindset anak lebih mengandalkan teknologi yang ada karena mereka berpikir bahwa di zaman sekarang sesuatu dapat didapat dengan sangat mudah.

Baca Juga: Cegah terjadinya banjir, PT Dahana turut serta dalam penanaman mangrove di Legonkulon Subang

Terdapat berbagai sisi sudut pandang terkait hal tersebut. Namun kondisi tersebut telah membuat akses anak terhadap buku terhambat.

Di sisi lain, faktor yang kedua yaitu masih minimnya penerbitan buku di Indonesia. Terbitan buku di Indonesia menunjukkan angka yang masih minim jikalau dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2010 dan kajian penerbitan, secara nasional, jumlah terbitan sejak tahun 2015 sampai dengan 2020 sebanyak 404.037 judul buku dengan jumlah penerbit aktif secara nasional sebanyak 8.969 penerbit.

Tiga provinsi dengan jumlah terbitan tertinggi adalah DKI Jakarta, diikuti Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. di daerah saya radius yang ditempuh anak untuk sampai ke toko buku masih terbilang jauh apalagi di kalangan anak-anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X