Dalam beberapa tahun kebelakang, kata 'generasi milenial' kerap menggema dalam percakapan di ruang publik.
Konsep milenial sendiri diajukan oleh seorang demografer Amerika Serikat bernama William Straus dan Neil Howe, sebutan itu menandakan bagi kelahiran generasi tahun 1980-an sampai 1990-an.
Di samping itu, beberapa ahli mengatakan generasi milenial ialah generasi yang lahir tahun 1982-2004.
Menurut BPS negara Indonesia memiliki jumlah generasi milenial sekitar 24.00 % atau sekitar 65,82 juta pemuda di Indonesia.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, pemuda Indonesia di dominasi oleh kelompok usia 19-24 tahun sekitar (40,10 %) dan kelompok usia 30 tahun (39,56%.).
Baca Juga: Perdana, AKBP Ariek Indra Sentanu gelar silaturahim dengan puluhan jurnalis Subang
Berdasarkan usia tersebut generasi muda Indonesia sedang menjalani pendidikan dan bahkan sudah ada yang mempersiapkan masuk dunia kerja dan pernikahan.
Namun, potensi demografi yang kita harapkan mampu menjadi penerus bangsa Indonesia saat ini memiliki tantangan yang cukup besar.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan generasi Z dan Milenial Indonesia dewasa ini masih rentan terpapar paham terorisme dan radikal Sebanyak 12,2 % pada tahun 2020-2021 dan presentase generasi muda mencapai 50 %.
Sebagai respon permasalahan tersebut penulis mengambil spirit dari akitivis HAM asal Pakistan Malala Yosafzai yang mengatakan, 'Dengan senjata kita bisa membunuh teroris, dengan pendidikan kita bisa membunuh terorisme'.
Bagi Malala segmen pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk melakukan transformasi perlawanan terhadap terorisme dan radikalisme.
Baca Juga: Mengungkap 10 rahasia sukses dalam pembuatan novel
Lebih lanjut, pendidikan Islam memiliki sumbangsih sentral dalam memperbaiki pemahaman yang kerdil dan mengarah pada kegiatan atau ekspresi keagamaan yang banal.
Secara Etimologi terorisme berasal dari bahasa latin, yaitu terrere, memiliki arti 'gemetar' atau 'menggetarkan'.
Artikel Terkait
ESAI : Keberlanjutan dan pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab kita bersama
ESAI : Pemilihan umum dalam perspektif generasi zaman now
ESAI : Gempita sejarah sastra Indonesia, menggali kejayaan dan inovasi literatur tanah air
ESAI : Independensi jurnalis, pilar penting demokrasi dalam membangun ruang publik yang sehat
ESAI : Peran penting pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor