ESAI : Kaum muda itu perintis bukan pewaris, ambil peran dengan sehormat-hormatnya

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 17 Mei 2024 | 11:10 WIB
Yaya Suryana - Pemred GenMilenial.id
Yaya Suryana - Pemred GenMilenial.id

Baca Juga: PLB Dahana tawarkan banyak keuntungan bagi para pemain migas di Indonesia, salah satunya soal kepastian hukum

Peristiwa proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Muhammad Hatta, tidak serta merta datang begitu saja atau hadiah politik yang diberikan kepada bangsa ini dalam memperoleh kemerdekaan.

Tapi hal tersebut lahir, dari peristiwa-peristiwa penting sebelumnya yang membentuk para pemuda terpelajar bangsa ini mau untuk mengambil peran dan tidak diam dalam ketidakberdayaan.

Sikap aktivisme dan nasionalisme yang terbentuk dalam diri mereka terus hidup dengan sikap sebagai seorang pejuang dengan sehormat-hormatnya.

Yaya Suryana - Alumni Strata Satu (S1) UNINDRA Jakarta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X