Peristiwa proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Muhammad Hatta, tidak serta merta datang begitu saja atau hadiah politik yang diberikan kepada bangsa ini dalam memperoleh kemerdekaan.
Tapi hal tersebut lahir, dari peristiwa-peristiwa penting sebelumnya yang membentuk para pemuda terpelajar bangsa ini mau untuk mengambil peran dan tidak diam dalam ketidakberdayaan.
Sikap aktivisme dan nasionalisme yang terbentuk dalam diri mereka terus hidup dengan sikap sebagai seorang pejuang dengan sehormat-hormatnya.
Yaya Suryana - Alumni Strata Satu (S1) UNINDRA Jakarta
Artikel Terkait
ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
ESAI : Urgensi moderasi beragama dalam pendidikan Islam bagi generasi milenial
ESAI : Spirit Sumpah Pemuda dan persiapan pemilu serentak 2024
ESAI : Mengenang tragedi semanggi 1998, perjuangan demokrasi dan darah para demonstran
ESAI : Rendahnya minat baca pada anak
ESAI : Moderasi beragama
ESAI : Bukan sekolah di negeri dongeng