Pada akhir-akhir ini ramai dibicarakan di tengah masyarakat tentang betapa pentingnya toleransi antar umat beragama.
Dalam syariat Islam pun telah memberi pedoman dengan jelas, bahwa agama tidak boleh dipaksakan, setiap orang berhak memilih keyakinan yang berbeda-beda,
Disebutkan pula dalam Al-Quran bahwa semua orang dipersilahkan memilih agama sebagaimana yang di yakini masing-masing. 'Lakum Diinukum wa liya Diin, untukmu agamamu dan untukku agamaku,'
Di indonesia ada beragam agama ada islam, Kristen, katolik, hindu, buddha, dan konghucu.
Baca Juga: Siap raih prestasi pada Porpemda Jabar XV, Kabupaten Subang kirimkan 131 atlet dan official
Dalam menyikapi perbedaan agama ini, kita hendaklah bersikap saling toleransi serta perlu memahami konsep moderasi beragama.
Moderasi beragama itu adalah cara beragama jalan tengah sesuai pengertian moderas tadi.
Dengan moderasi beragama, seseorang tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya.
Adapun orang yang mempraktekannya disebut moderat. Sikap moderat ini tanpa sadar sudah kita praktekan dari dulu dan itulah mengapa sampai saat ini semboyan bangsa yaitu Bineka Tunggal Ika masih dapat kita jaga.
Baca Juga: Cegah terjadinya banjir, PT Dahana turut serta dalam penanaman mangrove di Legonkulon Subang
Moderasi dalam sejarah umat manusia sudah lama dikenal sebagai prinsip hidup.
Dalam mitologi Yunani kuno, prinsip moderasi sudah dikenal dan dipahatkan pada inskripsi patung Apollo di Delphi dengan tulisan Meden Agan, yang berarti 'tidak berlebihan,'
Prinsip moderasi saat itu sudah dipahami sebagai nilai untuk melakukan segala sesuatu secara proporsional, tidak berlebihan.
Seorang yang moderat dalam hal makanan, misalnya, akan menyantap segala jenis makanan, tapi membatasi porsinya agar tidak menimbulkan penyakit.
Artikel Terkait
ESAI : Mengenang tragedi semanggi 1998, perjuangan demokrasi dan darah para demonstran
ESAI : Dampak fenomena childfree di Indonesia
ESAI : Membangun karakter peserta didik melalui keteladanan guru
ESAI : Tingkat keterbukaan dengan gangguan kecemasan di lingkungan keluarga
ESAI : Tingkat perceraian makin tinggi, apa penyebabnya?
ESAI : Stop bullying! demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah
ESAI : Guru dan tantangan zaman, adab murid terhadap guru semakin terlupakan