GENMILENIAL.ID – Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kembali jadi sorotan publik. Bukan lagi karena kecepatannya, melainkan karena tingginya utang, kabut transparansi kontrak, dan ketidakjelasan arah pembayaran yang kini menimbulkan dilema baru bagi pemerintah.
Proyek senilai 7,27 miliar dolar AS atau setara Rp120,6 triliun itu dibangun dengan semangat simbolik sebagai tonggak kemajuan infrastruktur modern Indonesia.
Namun di balik gemerlap pencapaiannya, terdapat bayang-bayang beban finansial besar yang masih membelit hingga kini.
Baca Juga: Wamen Haji Dahnil Anzar: Legalisasi umrah mandiri justru lindungi jemaah dan pelaku travel
Mahfud MD pertanyakan isi kontrak dengan China
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kembali menyoroti proyek ini lewat kanal YouTube pribadinya pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Ia menyinggung soal ketertutupan kontrak kerja sama antara Indonesia dan China dalam proyek tersebut.
“Kita belum tahu jelas isi kontrak Indonesia dan China dalam proyek ini. Bahkan seorang anggota DPR mengatakan tidak tahu isi kontraknya,” ujarnya.
“Apakah dokumen kontrak tersebut bisa diakses publik secara utuh?” tambah Mahfud.
Pertanyaan Mahfud menegaskan kegelisahan lama publik, mengapa proyek sebesar ini tidak sepenuhnya transparan, bahkan kepada lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan.
Pembengkakan biaya dan penolakan penggunaan APBN
Proyek Whoosh digarap oleh konsorsium Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), dengan porsi saham 60 persen Indonesia dan 40 persen China.
Namun seiring berjalannya waktu, proyek mengalami cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS (Rp19,9 triliun), sehingga total investasinya menembus lebih dari Rp120 triliun.
Artikel Terkait
Isu 'perang dingin' Purbaya vs Luhut di sidang kabinet: Dari utang Whoosh hingga debat family office
Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data
Mahfud MD desak KPK selidiki dugaan korupsi proyek Whoosh: Tak perlu tunggu laporan
Rencana Whoosh buka rute ke Surabaya, AHY singgung benefit kawasan transit dan tantangan anggaran
Dugaan mark-up menguat, DPR desak audit forensik dan transparansi penuh proyek Whoosh
Danantara targetkan negosiasi utang Whoosh rampung 2025, Menkeu Purbaya tegaskan tak akan ikut ke China
Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat