Adu argumen Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi viral, Helmy Yahya sebut dua gaya komunikasi kuat: Koboi vs spontanitas

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 21:45 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Helmy Yahya terkait kontroversi Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi terkait dugaan dana mengendap di bank (Instagram.com/@purbayayudhi_official - @dedimulyadi71)
Menyoroti pernyataan influencer, Helmy Yahya terkait kontroversi Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi terkait dugaan dana mengendap di bank (Instagram.com/@purbayayudhi_official - @dedimulyadi71)

GENMILENIAL.ID – Perseteruan terbuka antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal dana APBD yang disebut mengendap di bank kini menjadi bahan perbincangan publik.

Polemik ini bermula dari kritik Purbaya terhadap praktik penyimpanan dana daerah dalam bentuk giro yang dinilainya tidak efisien.

“Ada yang ngaku uangnya bukan di deposito tapi di giro, malah lebih rugi lagi. Bunganya lebih rendah. Kenapa di giro? Nanti pasti akan diperiksa BPK,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025.

Baca Juga: Setelah Patrick Kluivert mundur, Bung Binder kritik permainan Garuda: Dulu 6 poin, sekarang acak-acakan

Tak butuh waktu lama, Dedi Mulyadi langsung menanggapi tajam. Ia menilai kebijakan itu bagian dari strategi menjaga fleksibilitas keuangan daerah agar pembangunan tidak terganggu.

“Kalau menyimpan di giro dianggap rugi, masa iya uangnya disimpan di kasur atau lemari besi? Itu malah lebih rugi lagi,” ujar Dedi di Bandung, Jumat, 24 Oktober 2025.

Dedi juga menjelaskan praktik deposito on call masih digunakan di sejumlah daerah karena lebih efisien dan cepat dicairkan bila dibutuhkan untuk proyek publik.

Helmy Yahya soroti gaya komunikasi dua tokoh publik

Menariknya, di tengah panasnya adu argumen itu, pengamat komunikasi publik Helmy Yahya justru melihat sisi lain dari perdebatan tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat

Lewat kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Sabtu, 25 Oktober 2025, ia menyebut perbedaan keduanya mencerminkan benturan dua gaya komunikasi publik yang sama-sama kuat.

“Saya pikir mereka berdialog walaupun tidak bertemu. Mereka saling mengadu kemampuan menyampaikan sesuatu yang menyangkut keuangan negara dan daerah,” ujar Helmy.

Menurut Helmy, Purbaya tampil seperti koboi tegas, lugas, dan blak-blakan di hadapan publik.

“Awalnya orang menganggap beliau arogan, tapi kini justru dicintai banyak masyarakat. Ia bilang tak peduli dengan apa pun, karena di belakangnya ada Presiden Prabowo. Jalan terus demi perputaran ekonomi,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X