GENMILENIAL.ID – Momen libur sekolah ternyata membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner di kawasan wisata.
Salah satunya dirasakan oleh Rumah Makan Dewi Punclut Lembang cabang Ciater, Subang, yang mengalami lonjakan pengunjung signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Sejak awal masa libur sekolah pada 22 Juni 2026, jumlah pelanggan yang datang disebut meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Bahkan, lonjakan tersebut mencapai hampir dua kali lipat.
Baca Juga: 4 Fakta ihwal skandal penjualan anak di Tangerang, sang ibu diduga sempat tetapkan mahar Rp14 juta
Lonjakan pengunjung capai 90 persen
Euis Kurniasari, salah satu waiters di rumah makan tersebut, mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan terasa sangat signifikan selama musim liburan.
“Ada dampaknya tentunya lebih ramai dari hari-hari biasanya,” ujar Euis saat ditemui, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan hari normal, jumlah pengunjung selama libur sekolah bisa meningkat hingga 80 sampai 90 persen.
“Hari-hari biasa ramai, cuma nggak serame hari liburan. Kalau liburan lebih ramai banget, lebih membeludak,” tambahnya.
Bahkan, sejak buka hingga tutup pada pukul 23.00 WIB, arus pengunjung hampir tidak pernah sepi.
Jadi favorit keluarga dan rombongan
Tak hanya ramai oleh pengunjung individu, rumah makan ini juga kerap dipadati oleh rombongan keluarga hingga wisatawan yang datang secara berkelompok.
Menurut Euis, tidak sedikit pelanggan yang melakukan pemesanan lebih dulu sebelum datang, terutama saat akhir pekan atau musim liburan panjang.
Artikel Terkait
Mengusung tema kearifan lokal, SMPN 1 Cibogo gelar panen karya menampilkan berbagai kesenian dan kuliner lokal
Dunia kuliner, apa bedanya seorang chef dan koki?
10 Tips sukses bisnis kuliner tradisional di era modern
Arsitek hingga influencer kuliner ramaikan event seru dari TEDxBandung ‘Kiwari’ yang ajak peserta selami makna earth, eat, dan art
Pelaku kuliner lokal bersyukur terlibat Makan Bergizi Gratis: Bisa pekerjakan masyarakat, pedagang sekitar
6 Investor swasta gelontorkan Rp3,65 triliun ke IKN, dari kuliner hingga perhotelan internasional
ICCN dorong Padang jadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO, perkuat ekosistem kuliner dan budaya