GENMILENIAL.ID – Isu dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh kembali mencuat dan memicu gelombang perdebatan publik.
Proyek transportasi cepat yang digadang sebagai simbol kemajuan infrastruktur nasional itu kini justru diselimuti tanda tanya besar soal transparansi dan efisiensi anggaran.
Kecurigaan bermula dari pernyataan Pengamat Ekonomi Prof. Anthony Budiawan yang menyoroti lonjakan biaya proyek Whoosh hingga dua kali lipat lebih tinggi dibanding proyek serupa di China.
“Harus diselidiki kenapa proyek ini bisa sampai dua kali lipat lebih tinggi dari yang di China,” kata Anthony dalam siniar Forum Keadilan, Senin, 20 Oktober 2025.
Anthony juga mempertanyakan keterlibatan Jepang yang sempat ikut tender namun mundur karena menolak memberikan jaminan pemerintah.
Ia menduga keikutsertaan Jepang hanya dijadikan pembanding agar harga tinggi tampak wajar.
Mahfud MD: KPK harus langsung bertindak
Pernyataan Anthony kemudian mendapat sorotan dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
Dalam kanal Mahfud MD Official, Selasa, 21 Oktober 2025, ia menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu menunggu laporan resmi untuk menelusuri dugaan mark up proyek Whoosh.
“Kalau melihat pernyataan Pak Anthony, ini mengatakan ada dugaan mark up. Dari sisi hukum itu perlu dipelajari, apakah betul seperti itu. Kalau pun ada, berarti perlu diselidiki,” kata Mahfud.
Menurutnya, KPK dapat segera bergerak memastikan kebenaran informasi tanpa menunggu adanya laporan masyarakat.
“Saya rasa KPK perlu langsung turun tangan, tidak perlu menunggu laporan,” tegas Mahfud.
Artikel Terkait
Mahfud MD vs KPK soal dugaan mark up Whoosh: Nggak perlu lapor, langsung selidiki
Whoosh: Ketika ambisi politik mengalahkan rasionalitas ekonomi
Mahfud MD nilai KPK ‘aneh’ soal dugaan mark up Whoosh: Persilakan panggil dirinya dan bawa bukti tayangan TV
Akar masalah proyek kereta cepat Whoosh: Dari skema Jepang ke China, jejak keputusan yang kini jadi beban publik
China siap lanjutkan kerja sama dengan Indonesia dalam proyek Whoosh, klaim bantu perekonomian dan lapangan kerja
Isu 'perang dingin' Purbaya vs Luhut di sidang kabinet: Dari utang Whoosh hingga debat family office
Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data