Rencana Whoosh buka rute ke Surabaya, AHY singgung benefit kawasan transit dan tantangan anggaran

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:45 WIB
Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono, membeberkan soal proyek Whoosh rute Surabaya (Instagram/agusyudhoyono)
Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono, membeberkan soal proyek Whoosh rute Surabaya (Instagram/agusyudhoyono)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah tengah mempertimbangkan rencana memperpanjang jalur Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dari Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut proyek lanjutan tersebut membutuhkan kajian mendalam, terutama menyangkut pembiayaan dan dampak ekonomi wilayah.

“Di satu sisi kita ingin konektivitas secara signifikan, karena bisa dibayangkan kalau Jakarta–Surabaya bisa ditempuh 3 jam saja, maka signifikan dari sisi travel time,” ujar AHY di kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Oktober 2025.

Baca Juga: Bupati Bekasi bantah pernyataan Menkeu Purbaya soal jual-beli jabatan, tegaskan seleksi pejabat didampingi KPK

AHY menilai, keberadaan jalur cepat Jakarta–Surabaya akan menjadi terobosan besar bagi transportasi nasional.

Ia menggambarkan betapa mobilitas antarwilayah bisa meningkat drastis jika proyek itu terealisasi.

“Saya membayangkan kalau masih kuliah di Surabaya, bisa setiap hari pulang-pergi 3 jam sambil ngerjain tugas atau bisa meeting terus balik lagi,” katanya.

Keterbatasan anggaran jadi tantangan

AHY mengingatkan agar proyek strategis seperti kereta cepat tidak hanya berorientasi pada satu jalur, melainkan juga memperhatikan pemerataan pembangunan wilayah lain.

Baca Juga: Menkeu Purbaya kaget soal balpres pakaian bekas: Pelaku dibui, negara malah rugi karena biaya pemusnahan

“Kita tidak bisa hanya fokus pada satu hal, tapi juga selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Tanpa mengesampingkan pemerataan, kita harus hitung dengan baik,” jelasnya.

Harus ada nilai tambah bagi kawasan transit

Ketua Umum Partai Demokrat itu menekankan bahwa setiap jalur yang dibangun harus memberi dampak ekonomi langsung bagi daerah yang dilewati.

“Kawasan-kawasan transit itu harus menjadi nilai tambah yang juga bisa mendukung stabilitas pembiayaan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD),” paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X