Bunda PAUD Subang soroti anak masuk SD tanpa TK, dorong wajib belajar 1 tahun prasekolah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 14 Juli 2026 | 17:05 WIB
Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menyapa dan berinteraksi dengan peserta didik saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di TK Yos Sudarso, Selasa, 14 Juli 2026 (Dok. Istimewa)
Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menyapa dan berinteraksi dengan peserta didik saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di TK Yos Sudarso, Selasa, 14 Juli 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menyoroti masih adanya anak yang masuk Sekolah Dasar (SD) tanpa melalui pendidikan prasekolah.

Ia pun mendorong agar program wajib belajar 1 tahun prasekolah benar-benar diterapkan secara luas.

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK/PAUD Yos Sudarso, Kabupaten Subang, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Ega, pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial atau golden age yang menentukan perkembangan anak ke depan, sehingga tidak bisa diabaikan.

Baca Juga: Izin berlapis saat akan menemui santri korban pembakaran, pengacara: Jujur merasa ada kejanggalan

Soroti pentingnya fondasi sebelum masuk SD

Ega menegaskan bahwa PAUD atau TK bukan sekadar tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, melainkan juga membentuk karakter dasar anak.

Ia menyebut, kemampuan bersosialisasi, kemandirian, hingga kesiapan mental anak justru dibangun sejak jenjang prasekolah.

“Pendidikan prasekolah adalah fondasi penting. Anak harus punya kesiapan sebelum masuk SD,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Subang untuk memastikan anak mengikuti pendidikan PAUD atau TK sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Baca Juga: 4 Poin klaim polisi usai Roy Suryo nilai penyidikan dugaan ijazah palsu Jokowi tak sah, bertentangan dengan hukum

Singgung perbedaan PAUD dan bimbingan belajar

Dalam kesempatan tersebut, Ega juga menyinggung fenomena anak yang hanya mengikuti bimbingan belajar seperti Bimba tanpa mengenyam pendidikan formal PAUD.

Ia menegaskan bahwa bimbingan belajar tidak bisa menggantikan peran PAUD karena tidak terintegrasi dalam sistem pendidikan resmi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X