Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:25 WIB
Mahfud MD menyebut KPK aneh karena harus menunggu laporan dan KPK yang mengklaim ikut cari informasi (Tangkapan layar YouTube Mahfud MD Official)
Mahfud MD menyebut KPK aneh karena harus menunggu laporan dan KPK yang mengklaim ikut cari informasi (Tangkapan layar YouTube Mahfud MD Official)

GENMILENIAL.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah menelusuri informasi terkait dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang sempat disinggung oleh Mahfud MD.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menegaskan, pihaknya tidak menunggu laporan resmi untuk mulai bertindak.

“Kami tidak menunggu, kami mencari juga informasi,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Oktober 2025.

Baca Juga: Satu dekade Hari Santri: Bupati Subang dikukuhkan jadi Panglima Santri, serukan santri melek zaman dan inovatif

Asep menjelaskan, KPK memiliki kewajiban menindaklanjuti setiap informasi yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi.

Ia pun mendorong masyarakat agar melapor bila memiliki data pendukung terkait dugaan penggelembungan dana proyek tersebut.

“Kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait hal tersebut, silakan disampaikan kepada kami untuk mempermudah dan mempercepat,” ucapnya.

Mahfud MD kritik KPK

Sebelumnya, Mahfud MD menilai KPK keliru karena menunggu laporan publik sebelum bergerak.

Baca Juga: Alex Pastoor ungkap 3 poin gagalnya proyek PSSI era Kluivert: Kami sudah mati-matian, tapi belum cukup

Dalam podcast di kanal YouTube Mahfud MD Official yang tayang pada Selasa, 21 Oktober 2025, mantan Menko Polhukam itu menyebut KPK seharusnya bisa langsung memanggil sumber informasi.

“Kalau memang KPK menganggap perlu mendapat laporan, ya sumber utamanya kan bisa dipanggil. Inisiatif KPK memanggil dong, dia bisa mendatangi juga, diam-diam nanya sumbernya,” ujar Mahfud.

Mahfud juga menyebut lembaga antirasuah itu 'aneh' karena masih menunggu laporan, padahal isu dugaan mark up proyek Whoosh sudah menjadi pembicaraan publik.

“KPK ini agak aneh minta laporan, tapi kadang kalau laporan yang masuk digubris. Udah banyak tuh laporan yang masuk. Giliran gini yang nggak wajib lapor, orang disuruh lapor,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X