ESAI: Sekjen Kemenag dan ikhtiar membela guru madrasah swasta

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Senin, 2 Februari 2026 | 15:10 WIB
Dr. H. Badruzaman (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang)
Dr. H. Badruzaman (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang)

Dengan tata kelola yang baik, negara akan lebih mudah hadir secara adil dan proporsional dalam memenuhi kesejahteraan guru madrasah sesuai kondisi riil di lapangan.

Ke depan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah guru madrasah, khususnya guru honorer, akan terus bertambah.

Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa mayoritas madrasah adalah lembaga swasta. Karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan termasuk dari pengusaha, tokoh politik, dan aghniya menjadi sangat penting.

Kementerian Agama, melalui Sekjen, telah berada di jalur yang tepat dengan membuka persoalan ini secara jujur dan menyiapkan perbaikan tata kelola sebagai fondasi kebijakan kesejahteraan yang lebih berkeadilan.

Baca Juga: Viral longsor di bantaran Kali Bekasi Tambun Utara, enam rumah warga terdampak

Sebagai penutup, sudah semestinya kita tidak terjebak pada potongan pernyataan yang beredar di media sosial. Yang lebih penting adalah melihat niat baik, rekam jejak, dan arah kebijakan yang sedang dibangun.

Dalam pandangan saya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama adalah bagian dari solusi dan tetap konsisten sebagai pembela guru madrasah swasta.

Di sinilah komunikasi diperlukan dengan pihak-pihak terkait agar berbagai gagasan atau usulan kebijakan yang benar-benar realistis dapat dipahami bersama sehingga hadir model perencanaan dan pengelolaan dalam pelaksanaan kebijakan yang dapat menjawab upaya meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.

Dr. H. Badruzaman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X