Dengan tata kelola yang baik, negara akan lebih mudah hadir secara adil dan proporsional dalam memenuhi kesejahteraan guru madrasah sesuai kondisi riil di lapangan.
Ke depan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah guru madrasah, khususnya guru honorer, akan terus bertambah.
Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa mayoritas madrasah adalah lembaga swasta. Karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan termasuk dari pengusaha, tokoh politik, dan aghniya menjadi sangat penting.
Kementerian Agama, melalui Sekjen, telah berada di jalur yang tepat dengan membuka persoalan ini secara jujur dan menyiapkan perbaikan tata kelola sebagai fondasi kebijakan kesejahteraan yang lebih berkeadilan.
Baca Juga: Viral longsor di bantaran Kali Bekasi Tambun Utara, enam rumah warga terdampak
Sebagai penutup, sudah semestinya kita tidak terjebak pada potongan pernyataan yang beredar di media sosial. Yang lebih penting adalah melihat niat baik, rekam jejak, dan arah kebijakan yang sedang dibangun.
Dalam pandangan saya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama adalah bagian dari solusi dan tetap konsisten sebagai pembela guru madrasah swasta.
Di sinilah komunikasi diperlukan dengan pihak-pihak terkait agar berbagai gagasan atau usulan kebijakan yang benar-benar realistis dapat dipahami bersama sehingga hadir model perencanaan dan pengelolaan dalam pelaksanaan kebijakan yang dapat menjawab upaya meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.
Dr. H. Badruzaman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang
Artikel Terkait
Longsor di Desa Pasanggrahan, BPBD Subang : 2 meninggal, 9 luka-luka dan 49 orang mengungsi di Madrasah.
Milad ke-106, Wamen Dikdasmen kenang perjuangan Buya Syafi'i Ma'arif bangun Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah
Viral! guru madrasah dituntut Rp25 juta karena diduga tampar murid, Netizen: Open donasi yuk
Guru madrasah dituntut Rp25 juta, Ketua DPRD Demak: Ini menyakitkan bagi dunia pendidikan
Ribuan guru madrasah gelar aksi di Monas, desak pemerintah hapus ketimpangan ASN dan PPPK
Viral, guru di Tapsel hibahkan 7.500 meter tanah untuk bangun madrasah usai banjir bandang
Soroti upah guru honorer tak sampai UMR, Ferry Irwandi sebut ada yang digaji Rp60 ribu per bulan