GENMILENIAL.ID — Perbincangan soal rendahnya gaji guru honorer kembali ramai di media sosial.
Isu ini mencuat setelah publik membandingkan besaran upah guru honorer dengan tenaga kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai justru lebih tinggi.
Fenomena tersebut turut disoroti oleh influencer sekaligus aktivis kemanusiaan Ferry Irwandi.
Ia menilai, persoalan kesejahteraan guru menjadi akar dari berbagai problem dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Upah guru honorer dinilai tak layak
Dalam siniar YouTube miliknya pada Jumat, 23 Januari 2026, Ferry menegaskan bahwa kesejahteraan guru merupakan faktor utama dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik.
“Kalau kita bicara pendidikan, ujungnya pasti kesejahteraan guru. Dan itu berlaku juga untuk guru honorer,” ujar Ferry.
Ia menyebutkan bahwa masih banyak guru honorer yang menerima upah jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
Baca Juga: Layaknya waterboom, viral anak-anak Bekasi asyik main air di tengah banjir
“Nyatanya, kita bisa dengan mudah menemukan guru honorer yang digaji tidak sampai UMR. Bahkan ada yang hanya digaji Rp60.000 per bulan,” ungkapnya.
Menurut Ferry, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi memengaruhi kualitas pengajaran di sekolah.
Guru tak bisa optimal jika tak sejahtera
Ferry menegaskan bahwa sebaik apa pun kurikulum dan fasilitas pendidikan, tidak akan berdampak maksimal jika tenaga pendidiknya tidak sejahtera.
Artikel Terkait
KUHAP baru tuai polemik: Frasa ‘keadaan mendesak’ dipersoalkan, Ferry Irwandi sarankan judicial review ke MK
Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera
Ferry Irwandi ungkap harapan baru warga Aceh Tengah, panen cabe bangkitkan ekonomi pascabencana
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban
Refleksi Ferry Irwandi di awal 2026: Pendidikan harus hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat
Guru honorer di Muaro Jambi dipolisikan usai razia rambut siswa, curhat ke DPR: Suami saya ditahan 3 bulan
Viral pengakuan guru PAUD digaji Rp100 ribu–Rp300 ribu sebulan, ada yang mengajar hingga 16 tahun