Milad ke-106, Wamen Dikdasmen kenang perjuangan Buya Syafi'i Ma'arif bangun Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 9 Desember 2024 | 22:46 WIB
Wamendikdasmen Fajar hadiri Milad ke-106 Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu, 8 Desember 2024
Wamendikdasmen Fajar hadiri Milad ke-106 Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu, 8 Desember 2024

GENMILENIAL.ID - Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan Resepsi Milad Mu'allimin ke-106 dengan tema 'Unstoppable Journey'.

Resepsi Milad dipusatkan di Kampus Terpadu Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu, 8 Desember 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen Fajar memberikan testimoni dan menceritakan bagaimana perjuangan total Buya Syafii Ma'arif dalam memajukan Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Bagi Fajar, Buya Syafii Ma'arif adalah figur utama yang mengenalkan ia dengan Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah, bahkan menyisakan banyak cerita unik sehingga Fajar merasa semakin dekat dengan Mu'allimin.

Baca Juga: Hadiri Tablig Akbar di RS PKU Muhammadiyah Solo, ini pesan Menteri Dikdasmen Abdul Mukti kepada ribuan jamaah yang hadir

"Sebelum beliau berpulang, hanya dua yang selalu diingat dan selalu ditanyakan oleh Buya, yaitu Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah dan kampung halamannya, Sumpur Kudus di Sijunjung" Kenang Fajar.

Menurut Fajar, bahkan dalam satunya bukunya, 'Memoar Seorang Anak Kampung'. Buya menceritakan dengan detil bagaimana beliau ke sana kemari membawa proposal untuk menemui beberapa tokoh dari berbagai lintas golongan.

Hal tersebut dilakukan agar dapat membantu memperbaiki bangunan Mu'allimin yang rusak parah akibat bencana gempa di Yogyakarta pada 2006 salah satunya almarhum Taufiq Kiemas, Ketua MPR RI ke-13.

Tidak berhenti di situ, ketika menjadi Direktur Maarif Institute, Fajar menyaksikan dengan seksama bagaimana Buya mempersiapkan Kampus Terpadu Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah yang saat ini sudah terbangun dengan sangat serius.

Baca Juga: Konferensi Mufasir Muhammadiyah Kedua akan digelar di Jakarta, ini tanggal dan rangkaian acaranya

"Beliau menenteng proposal sendiri, dengan bahasa yang lugas meyakinkan berbagai tokoh bahwa kelak kampus terpadu Mu'allimin akan melahirkan alumni yang memiliki mindset kuat tentang Keindonesiaan dan Kemanusiaan dan bukan hanya untuk Muhammadiyah" ujarnya.

Oleh karena itu, Fajar juga berpesan kepada para siswa Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah di Milad ke 103 ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan memiliki kemampuan akademik yang mumpuni dibarengi dengan kecakapan sosial yang kuat serta memiliki kerendahan hati dalam menuntut ilmu agar menjadi kader bangsa, kader umat, dan kader persyarikatan.

"Para siswa Madrasah Mu'allimin harus memiliki cita-cita menjadi pemimpin bangsa dalam berbagai bidang yang kebermanfaatannya dirasakan orang banyak, sehingga sangat penting untuk memiliki jiwa dan visi keindonesiaan dan kemanusiaan yang kuat sejak dini," tuturnya.

Oleh karena itu menurutnya, ketika ia diberi amanah menjadi Wamendikdasmen mendampingi Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam Kabinet Merah Putih berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, baik swasta maupun negeri, di desa maupun di kota.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X