ESAI: Sidang umum PBB dan diskursus pertaruhan kemanusiaan universal

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:39 WIB
Rudi Haryono, Dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA)
Rudi Haryono, Dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA)

Isu kemanusiaan universal dan egaliter tanpa diskriminasi telah berhasil menggerakkan nilai nilai kemanusiaan yang universal dan egaliter dari negara-negara di dunia dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Baca Juga: Teror bom di 3 sekolah internasional Tangsel–Jakut, polisi telusuri jejak digital nomor asal Nigeria

Wacana atau diskursus krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina tidak lagi dipandang sebagai konflik agama tertentu atau etnik sosial, tetapi telah menjadi krisis kemanusiaan yang benar-benar mengkhawatirkan sbagai sebuah upaya terstruktur pembersihan (cleansing) atau tepatnya genosida di zaman modern.

Isu Palestina kini menjadi sebuah metafor akan kondisi krisis kemanusiaan yang harus segera dihentikan dengan aksi nyata negara-negara anggota PBB yang bertujuan untuk memelihara perdamaian dan keamanan dunia (peace and security).

Isu perdamaian dan keamanan yang terjadi di Palestina khususnya semakin menjadi perhatian dunia dan telah merambah ke seluruh relung hati kemanusiaan universal dari berbagai kalangan baik politisi, akademiki, musisi, aktifis kemanusiaan, budayawan, agamawan serta latar belakang sosial lainnya.

Baca Juga: Fokus ke daerah 3T, pemerintah ungkap alasan Sekolah Garuda prioritaskan wilayah luar Jawa

Isu Palestina juga menjadi pertaruhan PBB sebagai organisasi terbesar di dunia yang didalamnyalah isu-isu dan Keputusan mengikat semua negara anggota yang menentukan nasib perdamaian dan keamanan seluruh manusia yang ada di muka bumi.

Kekerasan akan menghasilkan sebuah kekerasan, demikian salah satu pernyataan Presiden Prabowo pada pidato sidang umum tahunan PBB lalu. Kekerasan atau perang hanya akan dibalas dengan kekerasan atau perang berikutnya.

Maka tidak ada solusi lain yang lebih efektif selain dengan cara mengedepankan dialog, diplomasi dan negosiasi yang dilakukan atau diinisiasi serta dimediasi oleh negara tertentu dengan dilandasi prinsip atau nilai kemanusiaan.

Untuk mencapai kesepakatan bersama maka tidak ada motif lain yang dapat mempersatukan visi kemanusiaan bersama selain motif kemanusiaan yang universal.

Baca Juga: Skenario Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026: Antara jalan terjal dan asa yang tak pernah padam

Dialog harus dilakukan dengan menanggalkan seluruh politik identitas serta harus benar-benar dilandasi dengan kemanusiaan semata.

Persepsi bahwa semua manusia adalah sama dengan kodratnya, tidak ada alasan apapun serta hukum apapun yang membolehkan terjadinya penindasan terhadap penindasan lainnya karena hak asasi manusia semuanya adalah sama.

Apabila kesepakatan diskursus kemanusiaan itu tercapai, maka perdamaian dan keamanan dunia akan dapat terwujud, khususnya dengan isu krisis kemanusiaan yang saat ini terjadi di Palestina yang saat ini menjadi sentral dari praktik krisis kemanusiaan dan genosida yang masih terjadi.

Kita berharap semoga pidato Presiden Prabowo merupakan sebuah gerakan afirmasi kepada PBB dan negara-negara anggotanya untuk semakin tersadarkan dengan isu kemanusiaan bersama yang wajib menjadi panggilan kemanusian (call of humanity) dengan apa yang terjadi di Palestina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X