Teror bom di 3 sekolah internasional Tangsel–Jakut, polisi telusuri jejak digital nomor asal Nigeria

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 03:13 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait kasus teror bom di tiga sekolah internasional wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Utara (Dok. Polri)
Menyoroti fakta terkini terkait kasus teror bom di tiga sekolah internasional wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Utara (Dok. Polri)

GENMILENIAL.ID - Tiga sekolah internasional di Tangerang Selatan (Tangsel) dan Jakarta Utara (Jakut) geger setelah menerima pesan ancaman bom pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Pesan tersebut berisi permintaan tebusan USD 30.000 (sekitar Rp497 juta) disertai ancaman peledakan jika tidak dipenuhi dalam waktu 45 menit.

Kepolisian segera bergerak cepat. Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Polda Metro Jaya dikerahkan untuk menyisir dua lokasi di Tangsel dan satu di Jakut.

Baca Juga: Fokus ke daerah 3T, pemerintah ungkap alasan Sekolah Garuda prioritaskan wilayah luar Jawa

Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan bahan peledak di ketiga lokasi.

Meski demikian, penyelidikan terus dilakukan dengan fokus pada pelacakan digital dan dugaan keterlibatan jaringan lintas negara.

“Kami fokus pada pelacakan digital. Bersama Jibom, Direktorat Cyber, dan Ditkrimum Polda Metro Jaya, kami melakukan olah TKP serta koordinasi lintas unit,” ujar Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang, Rabu, 8 Oktober 2025.

Ancaman datang dari nomor asing

Berdasarkan penelusuran awal, pesan dikirim menggunakan nomor berkode negara +234, yang mengindikasikan Nigeria sebagai wilayah asalnya.

Baca Juga: Skenario Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026: Antara jalan terjal dan asa yang tak pernah padam

Pesan itu dikirim melalui WhatsApp dan e-mail ke tiga sekolah internasional dengan isi ancaman yang serupa.

Polisi menduga pelaku menggunakan sistem anonim digital dan mata uang kripto Bitcoin untuk menyamarkan identitas serta lokasi pengiriman.

“Nomor berkode +234 menjadi petunjuk utama yang sedang dianalisis oleh Direktorat Siber,” jelas Victor.

Dua sekolah di Tangsel jadi sasaran awal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X